RAHASIA MENJADI KAYA DENGAN SEDEKAH

Dalam kesempatan kali ini, saya akan berbagi suatu ilmu dan amalan yang sangat penting dan berguna bagi anda yang sedang dalam masalah. Apapun masalah anda, baik itu masalah keuangan, masalah pekerjaan, sedang sakit, tidak mempunyai anak dan lain-lain, jika anda mau mengamalkan ilmu yang akan saya sampaikan nanti secara terus-menerus, insya Allah semua masalah anda akan teratasi. Insya Allah.

Mungkin anda penasaran, ilmu dan amalan apakah yang saya maksud. Sedekah, ya, sedekah. itulah yang saya maksudkan. mengapa sedekah?

Memang, dalam kehidupan ini banyak orang yang enggan untuk bersedekah, baik itu dari golongan orang kaya atau dari golongan orang miskin. Golongan orang kaya berfikir, buat apa sedekah.bukankah kekayaan yang mereka dapatkan adalah hasil kerja keras mereka sendiri.buat apa sedekah, itu hanya akan membuat orang malas untuk bekerja dan lain-lain. sedangkan dari golongan orang miskin berfikir, buat apa sedekah, untuk makan saja susah, jadi mengapa harus memberikan harta mereka pada orang lain jika mereka juga membutuhkannya.padahal, jika mereka tahu akan rahasia dan manfaat sedekah, mungkin mereka tidak akan berpikiran seperti itu dan malah sebaliknya akan berlomba-lomba untuk bersedekah karena orang bisa menjadi kaya hanya karena mengamalkan sedekah, dan banyak orang yang telah membuktikannya termasuk salah seorang ustadz yang terkenal yakni ust. Yusuf Mansyur yang telah membuktikan sendiri kehebatan sedekah. namun, sekali lagi, itu hanya akan terjadi jika mereka tahu.

Beberapa rahasia dan manfaat sedekah yaitu :

  1. Akan dibalas 10 kali lipat.

    Bagaimana sedekah bisa membuat orang menjadi kaya ?

    " Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Q.S. Al-An'aam : 160).

    Allah SWT berfirman (dalam hadits qudsi): “Hai anak adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

    Dalam rumus matematika, memberikan harta milik kita pada orang lain berarti akan mengurangi jumlah harta kita dan menambahkan harta orang yang kita beri. contoh : kita memiliki harta 100.000 lalu kita memberikan 10,000 pada orang lain, maka 100.000 - 10.000 = 90.000. tapi dalam ilmu sedekah, memiliki konsep yang berbeda.dengan bersedekah, harta yang kita miliki bukannya berkurang tapi malah bertambah berlipat-lipat.jika kita mempunyai 100.000 lalu kita sedekahkan 10.000, maka sisa harta kita adalah 190.000 karena harta yang disedekahkan yakni 10.000 x 10 = 100.000 ditambah sisa harta setelah disedekahkan yakni 90.000 maka harta kita sekarang adalah 190.000 bukan?

  2. akan dibalas 700 kali lipat

    "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh )orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (Karunia-Nya) dan lagi Maha mengetahui". (Q.S. Al-Baqarah : 261).

    itu berarti, jika kita mempunyai 100.000 lalu kita sedekahkan 10.000, maka sisa harta kita adalah 7.090.000 lhooo???,kok bisa begitu?, karena harta yang disedekahkan yakni 10.000 x 700 = 7.000.000 ditambah sisa harta setelah disedekahkan yakni 90.000 maka bukankah itu berarti harta kita sekarang adalah 7.090.000 ?

  3. Dapat memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan.

    jika anda sedang merasa kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, maka cobalah berdo'a dan bersedekah secara terus menerus walaupun cuma sedikit. Berdo'alah agar dengan sedekah tersebut anda diberi kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan. Insya Allah tujuan anda akan tercapai.

  4. Dimudahkan untuk mendapatkan keturunan.

    apakah anda telah lama menikah dan belum memperoleh keturunan?anda sudah berobat kemana-mana tapi belum juga membuahkan hasil?. Cobalah anda bersedekah dan berdo'alah agar dengan sedekah tersebut mudah-mudahan Allah segera memberi anda keturunan dan cara inipun juga telah terbukti berhasil dengan ijin Allah SWT.

  5. Mengakibatkan diampuni dosa

    Nabi SAW bersabda, “Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang menengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya hampir mati karena kehausan. Maka, wanita tersebut menanggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatkannya dengan kain kudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut, ia telah diampuni dosanya.” Seseorang bertanya, “Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik kepada binatang?” Beliau SAW menjawab, “Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala.” (Muttafaq ‘Alaih)

  6. Mengakibatkan terkabulnya do'a dan dibebaskan dari kesulitan

    “Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)

  7. Dijauhkan dari api neraka

    “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (shadaqah) sebutir kurma.” (Muttafaq ‘Alaih)

  8. Mengobati penyakit

    “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bershadaqah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR. Ath Thabrani)

nah, itulah sebagian rahasia dan manfaat dari sedekah. saya yakin bahwa masih sangat banyak lagi rahasia dan manfaat dari sedekah yang belum saya ketahui dan tidak saya tuliskan semuanya disini. namun, pada nomor 1 dan 2 diatas, sudah cukuplah bagi anda yang ingin menjadi kaya dengan mengamalkan sedekah.

sekian. semoga berkah dan bermanfaat bagi kita semua.

Keajaiban Sedekah yang Tidak Kita Sadari

Terkadang kita menganggap remeh sedekah, dan kadang beberapa dari kita bahkan tidak mau mengeluarkan uang untuk bersedekah dengan dalih bahwa mereka tidak memiliki uang yang cukup, bahwa mereka bukan dari orang berada yang bahkan untuk makan saja sulit. Tapi apakah ini merupakan sudut pandang yang benar? Bagaimanakah pandangan islam mengenai sedekah dan apa yang bisa menjadi timbal balik saat kita sudah berniat bersedekah?

Keajaiban Sedekah yang Tidak Kita Sadari, Diambil Langsung dari Al-Qur’an Ternyata, banyak kelebihan melakukan sedekah yang tertulis di Al-Qur’an yang mungkin kita tidak ketahui, dan hal-hal tersebut adalah:

  1. Surat Al-Baqarah ayat 245

    Pada ayat yang satu ini dijelaskan bahwa siapapun yang rela untuk memberikan pinjaman kepada Allah SWT maka akan dikembalikan dua kali lipat. Pinjaman yang dimaksud disini adalah dengan menafkahkan apa yang dimiliki di jalan Allah, dan jika hal tersebut berhasil dilakukan maka Allah SWT akan dengan senang hati melapangkan rezeki orang tersebut. Inilah salah satu manfaat dari bersedekah yang tidak diketahui oleh banyak orang.

  2. Surat Al-Baqarah ayat 261

    Lewat ayat yang kali ini, dijelaskan bahwa sesungguhnya mereka yang dengan ikhlas menafkahkan harta yang mereka miliki di jalan Allah, maka mirip dengan sebuah biji yang menumbuhkan tujuh buah bulir, dimana tiap bulirnya berisi seratus biji. Keajaiban sedekah yang tidak kita sadari ini membuat Allah SWT memberikan kita jauh lebih banyak daripada apa yang kita butuhkan, dimana kita akan diberikan kira-kira sekitar 700 kali lipat dari apa yang kita beri kepada orang lain.

  3. Surat Al-Baqarah ayat 267

    Ayat pada surat ini memiliki arti yang kira-kira bahwa Allah memerintahkan kita sebagai manusia untuk menafkahkan sebagian harta yang merupakan hasil pekerjaan baik kita, dan jangan pernah sekali-kali memberi sedekah lewat harta dari pekerjaan yang buruk. Hukum bersedekah dengan uang haram adalah juga haram, dan sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui apa yang diperbuat oleh umatnya.

  4. Surat Al-Baqarah ayat 274

    Arti dari ayat ini adalah bagaimana mereka yang menafkahkan hartanya dari siang hingga malam baik itu secara sembunyi-sembunyi atau secara terbuka, niscaya mereka akan dapat pahala di sisi Allah SWT. Dipastikan bahwa orang-orang tersebut juga tidak akan pernah dibuat resah maupun dibuat khawatir meskipun apapun yang terjadi.

  5. Surat An-Nisaa ayat 114

    Di surat an-Nisaa ini agak berbeda dengan yang lain-lainnya, dimana ayat ini menceritakan tidak ada kebaikan pada bisikan orang-orang, kecuali jika orang-orang tadi menyuruh untuk memberi sedekah, untuk mengadakan perdamaian, atau untuk berbuat demi mencari ridha Allah. Jika ada orang-orang seperti itu, maka mereka akan diberikan pahala yang amat sangat besar. Hanya dengan mengajak orang lain untuk turut bersedekah saja kita sudah mendapatkan pahala yang luar biasa besar.

Ayat-ayat di atas hanyalah sebagian kecil dari sumber-sumber yang mengatakan tentang keindahan bersedekah, karena sesungguhnya masih belum kita bahas apa yang dikatakan hadits mengenai ini. Kita semua sama-sama tahu bahwa hadits selayaknya adalah perkerjaan dan perkataan yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya yang diriwayatkan oleh orang-orang terdekatnya. Jika memang sedekah sedahsyat itu, sudah pasti Nabi Muhammad SAW akan menyarankannya, terlebih mengingat adanya keajaiban sedekah yang tidak kita sadari.

Rahasia Sedekah (1)

Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.

Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu. Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang –sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. “sudah makan belum?” si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya Allah,” namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid. “bismillaah…” saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, “kita makan sama-sama yuk…” ajak si manis. Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan”. Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan. Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, “Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya…” seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***

Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.

Matematika Dasar Sedekah

Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi.

Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An

am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup

Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%. perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

Rahasia Sedekah (2)

Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah.

Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku.

Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:

  1. Rahasia sedekah: Menolak Kematian

    Rasulullah saw bersabda:

    Sedekah dapat menolak kematian yang buruk. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

    Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: Letakkan kayu bakarmu. Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia. Selanjutnya beliau bersabda: Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk. (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

  2. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

    Rasulullah saw bersabda:

    Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

  3. Rahasia sedekah: Terhidar Bahaya

    Rasulullah saw bersabda:

    Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala. (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

  4. Rahasia sedekah: Keimanan

    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

    “Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)

  5. Rahasia sedekah: Pahala Perang Uhud

    Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

    “Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)

  6. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

    “Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)

  7. Rahasia sedekah: Merubah Takdir Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

    “Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

  8. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas

    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

    “Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)

  9. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari

    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

    “Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

  10. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

    Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

    “Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)

  11. Sedekah itu mensucikan jiwa

    Allah Taala berfirman:

    ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo

    alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)

Menjadi Kaya dengan Sedekah

Semua berawal dari perkataan teman tentang sedekah. Dia bercerita tentang Ustad Yusuf Mansur yang menganjurkan sedekah untuk mendapatkan tujuan kita. Dalam kondisinya, dia ingin segera menikahi tambatan hatinya namun kekurangan biaya. Ia pun mulai bersedekah berdasarkan jumlah nominal uang yang ia perlukan untuk membuat resepsi pernikahan nanti.

Karena penasaran dengan Ustad Yusuf Mansur yang telah membuat teman saya sangat terinspirasi itu, saya pun segera mencari informasi tentang Ustad Yusuf Mansur. Ternyata saya menemukan film ‘Kun FayaKuun‘ yang dibuat oleh Ustad Yusuf Mansur. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang tukang kaca yang jauh dari mencukupi, namun tukang kaca itu tidak berputus asa dari rahmat Allah dan ia tetap bersedekah meskipun kekurangan.

Film ini sangat menginspirasi saya sehingga malam itu juga saya memutuskan besok pagi saya akan naik bis ke kantor agar bisa membeli banyak barang yang ditawarkan ke saya di dalam bis dengan maksud sedekah. Alhamdulillah, baru saja berniat seperti itu, besok paginya saya diajak meeting mendadak oleh seseorang dan dari pembicaraan kami telah lahir sebuah peluang yang nilainya ratusan kali lipat dari jumlah yang saya niatkan untuk sedekah. Subhanallah, baru niat saja sudah seperti itu! Saya pikir ini kebetulan, tapi waktu mendengarkan testimoni ibu ini di YouTube, saya yakin ini bukan sekedar kebetulan.

Saya semakin penasaran dan membeli buku dengan judul ‘The Miracle of Giving, Keajaiban Sedekah‘ yang ditulis oleh Ustad Yusuf Mansur sendiri. Di dalam buku itu, disebutkan dalam Al-Qur’an Surat 6:160, Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat: 2: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat. Selama ini terus terang saya nggak menyadarinya. Insya Allah sedekah terus saya lakukan, tapi saya nggak pernah ‘menghitung’ dan mengharapkan apa yang akan saya dapatkan nanti dari Allah. Saya tidak menghubung-hubungkan rejeki yang saya terima dengan sedekah yang saya lakukan, padahal itu berkaitan erat!

Di dalam buku ini, Ustad Yusuf Mansur berkata, apa yang sudah kita ketahui ini akan menjadi ilmu buat kita. Sehingga jika kesusahan dalam hal finansial, nggak susah-susah minta tolong orang lain, tapi langsung minta tolong kepada Allah. Karena sadar dengan hal ini pun, saya jadi berusaha untuk sedekah dengan lebih baik dan terencana.

Beberapa tips menjadi kaya dari masukan Ustad Yusuf Mansur:

  1. Shalat Dhuha 4 rakaat (dilaksanakan dalam 2 rakaat – 2 rakaat) dapat membuka pintu rizqi
  2. Meminta pada Allah saat Shalat Tahajjud
  3. Memelihara dan memberi makan anak yatim
  4. Sedekah 10% dari penghasilan, karena 2,5% saja tidak cukup
  5. Sedekah 10% dari jumlah yang diinginkan. Dengan konsep ini, jika kita ingin membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka kita harus bersedekah sekitar Rp 10 juta terlebih dahulu. Karena beginilah matematika sedekah menurut Ustad Yusuf Mansur

    10 – 1 = 19

    Dalam matematika biasa memang 10 – 1 adalah 9. Namun karena Allah menjanjikan balasan 10x lipat, maka minimal kita akan mendapatkan 19. Jika perhitungan dilanjutkan maka akan seperti ini:

    10 – 2= 28
    10 – 3= 37
    10 – 4= 46
    10 – 5= 55
    10 – 6= 64
    10 – 7= 73
    10 – 8= 82
    10 – 9= 91
    10 – 10= 100

    Jadi sekarang agak ‘masuk akal’ kan jika ingin beli rumah Rp 100 juta maka harus bersedekah Rp 10 juta dulu :)

  6. Tambahan dari saya mungkin bisa dicoba. Saya selama ini bersedekah untuk sesuatu yang sifatnya dapat berlipat ganda. Misalnya, sedekah untuk pendidikan anak, sedekah untuk alat ibadah, dll, yang kemungkinan pahalanya dapat saya bawa hingga mati (karena terus mengalir).

Last but not least, kadang-kadang untuk bisa percaya, kita perlu membuktikan. Mungkin dari pengalaman sendiri sudah banyak, tapi karena nggak perhatian akhirnya kita lupa. Silahkan baca pengalaman-pengalaman orang lain yang bersedekah dan merasakan manfaatnya di situs Wisata Hati milik Ustad Yusuf Mansur. Selamat bersedekah!

Keistimewaan Sedekah Di Pagi Hari

Pemuda itu adalah pedagang asongan yang menggelar dagangannya di emperan toko stasiun bojonggede. Potongan ala anak muda jaman sekarang yang trendy dan sebuah anting tersemat di telinga sebelah kirinya model anak band yang digandrungi ABG. Tak sedikitpun aku memperhatikannya sampai ketika lewat seorang pengamen buta di depannya. Pemuda itu berdiri menghampiri dan memberikan sedekahnya dengan riang.

Sungguh aku terpesona dengan pemandangan itu. Sebuah pemandangan yang menurutku amat kontras. Penampilan macam anak muda itu bagi sebagian besar orang termasuk aku, biasanya jauh dari nilai-nilai religius atau etika. Tapi terlepas dari anak muda tadi menjalankan ajaran agama yang dianutnya, bagiku apa yang dilakukan pagi itu pasti keluar dari sebuah nilai yang tertanam dalam dirinya. Barangkali ia berpikir, memulai hari dengan sebuah kebaikan yakni sedekah, akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya pada hari itu. tau bahkan ia tak berpikir apapun ketika memberikan sedekah itu. Tapi ia telah menanamkan kebaikan pagi itu, mengajariku lebih memahami arti keikhlasan dalam sedekah.

Aku mesti banyak belajar tentang sedekah. Terkadang, ketika akan bersedekah, kita masih berpikir layak tidaknya orang itu diberi sedekah, atau sisa uang yang sudah terbatas sehingga masih berhitung cukup nggak ya nanti, yang menandakan keikhlasan dalam diri kita masih perlu dipertanyakan lagi. Mengapa masih berpikir? Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” Dalam hadis lain, Rasulullah juga menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’.Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Padahal Allah SWT pun telah menjanjikan, setiap sedekah yang kita niatkan dengan ikhlas, akan diganti oleh Allah 10 kali lipat. Bukankah sedekah adalah harta kita yang sesungguhnya, yang akan menolong kita di hari pembalasan nanti. Sementara harta kita yang digunakan untuk kepentingan duniawi, akan musnah sebagaimana musnahnya tubuh kita yang menyatu dengan tanah.
Jadi mengapa masih menahan sedekah?

Teman, ada suatu keistimewaan tersendiri melakukan sedekah pada waktu pagi hari, karena tiap pagi dua Malaikat turun mengawal sedekah. Satu malaikat bertugas mendoakan keberkahan harta bagi mereka yang bersedekah. Satunya lagi mendoakan kebinasaan harta bagi yang enggan bersedekah.

“Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Menafkahkan harta dipahami sebagai membayar zakat, infak, dan sedekah. Setidaknya, seorang Muslim wajib mengeluarkan zakat atas hartanya yang sudah mencapai nishab, juga mengeluarkan zakat penghasilan (zakat profesi) sebesar 2,5% saja dari penghasilan minimal Rp2,6 juta.

Harta itu titipan Allah Swt. Kita harus berusaha menjadikannya sebagai sarana ibadah kepada Allah, termasuk ibadah harta berupa zakat, infak, dan sedekah. Bantulah kaum dhuafa, bantulah sesama, karena kita pun membutuhkan bantuan Allah Swt.

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
(HR Muslim). Wallahu a’lam.

Membuka pintu Rejeki

Sebelum lahir, Allah SWT telah menetapkan 3 (tiga) perkara kepada manusia tentang Umur, Jodoh dan Rezeki, semua telah dituliskan.

Pengertian “telah dituliskan” menurut saya – orang yang awam dan bodoh ini- adalah masih bersifat abstrak dan banyak penafsiran. Mengapa ? Sebab walaupun telah ditentukan namun Allah Swt juga telah memerintahkan hambanya untuk berikhtiar.

Berikut adalah amalan sepanjang masa untuk mendatangkan rezeki:

  1. Shalat Dhuha

    Shalat Dhuha ini dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit (kira kira jam 8 pagi) sampai jam 11 siang. Jumlah rakaatnya adalah 2, 4, 6 dan 8 rakaat (kelipatan 2 rakaat).

    Berikut adalah Doa setelah shalat Dhuha :

    ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

  2. Bersedekah

    Bersedekah dengan ikhlas dan (kalau bisa) jumlahnya besar. Artinya, jika mampu bersedekah Rp 100.000, mengapa hanya bersedekah Rp 1000 ?. Kalau perlu sekali kali kasih aja tukang parkir atau pengemis dengan uang “kagetan” Rp 100.000. Pasti aja tukang parkir atau pengemis tadi akan kaget. Dan Insya allah kita juga akan “dikagetkan” oleh Allah swt dengan Rezeki yang besar !!!. Tapi sekali lagi ingat, bersedekah harus ikhlas…

    Kedua amalan di atas jika dilakukan dengan rutin dan Istiqomah insya allah hasilnya akan luar biasa. Sekedar info saja, banyak pengusaha dan orang “berada” lainnya yang menjadikan kedua amalan di atas sebagai amalan rutin.

    Namun yang terberat menurut saya bukan amalannya, namun justru menjaga rutinitasnya itulah yang membutuhkan kemauan yang sangat kuat.

    Banyak sekali orang yang pada awalnya menggebu gebu, namun begitu rezeki sudah mulai meningkat dan kesibukan semakin banyak maka amalannya pun tidak dijalankan lagi.

Selain 2 amalan di atas, masih banyak lagi amalan lainnya yang – insya allah – akan mendatangkan rezeki. Tulisan dibawah ini saya ambil dari adekurniawati.wordpress.com, inilah amalannya :

  1. Memperbanyak istighfar kepada Allah

    “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesusahan dan kesempitan, dan Allah juga akan mendatangkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (rowahu Ahmad)

  2. Memperbanyak infak fi sabilillah

    “Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ : 39)

  3. Memperbanyak silaturohim

    “Barang siapa yang ingin dibentangkan/dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka supaya bersilaturohim.” (rowahu Bukhori)

  4. Senang menghormati tamu

    “Tamu datang dengan membawa rezeki dan pulang dengan membersihkan dosa kalian.” (rowahu Syih)

  5. Berusaha menjadi orang yang jujur/amanah

    “Amanat mendatangkan rezeki dan khianat mendatangkan kefakiran.” (rowahu dailami)

  6. Meningkatkan taqwa kepada Allah

    “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At Tholaaq : 2-3)

  7. Memperbanyak tawakkal kepada Allah

    “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At Tholaaq : 3)

  8. Supaya selalu Husnudzzhan billah

    “Sesungguhnya Allah di sisi persangkaan hamba-Nya dan Allah bersama hambaNya ketika ia berdoa.” (rowahu Muslim)

  9. Menertibkan sholat tahajud dan do’a 1/3 malam

    “Allah turun ke dunia/bumi ketika 1/3 malam yang akhir. Dan Allah berfirman : Barang siapa yang berdo’a kepadaKu maka akan Aku kabulkan, barang siapa yang meminta kepadaKu maka akan Aku berikan, dan barang siapa yang meminta ampun kepadaKu maka akan Aku ampuni.” (rowahu Bukhori).

Demikian dan semoga Artikel tentang amalan untuk mendatangkan rezeki ini bermanfaat untuk anda…

Penghasilan Selalu Kurang, Berapa Sedekahnya?

Dialog Sedekah oleh Ustad Yusuf Mansur
Sumber: Tabloid Nurani Edisi 535 Tahun X Minggu ke 4 bulan April 2011

Tanya:

Assalamualaikum wr wb

Ustad Yusuf Mansur yang dimuliakan Allah, saya seorang staff di perusahaan swasta di Solo. Setiap bulan saya mendapat gaji Rp 2.5 juta. Tapi mengapa uang itu seolah cepat habis dan untuk menutupi kebutuhan hingga akhir bulan saya sering utang, Mengapa gaji saya itu seolah tidak pernah cukup, padahal pola hidup di keluarga saya tergolong sederhana. Apakah karena saya kurang sedekah? Padahal saya juga lumayan sering sedekah ke pengemis. Wassalamualaikum wr wb

Andi Wibowo
Solo Jawa Tengah

Jawab:

Wa'alaikumsalam wr wb
Saudara Wibowo yang dirahmati Allah, mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah. Banyak orang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat

Maka interopeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Saya menyarankan agar bersedekah dengan harta terbaik. Terbaik bukan berarti jumlahnya banyak namun disesuaikan dengan hajat kita.

Dalam surat Al An'am ayat 160. Allah SWT sudah janji akan melipat gandakan pahala sampai 10 x lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya, kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan.

1-1 = 10. itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian di balik fenomena keajaiban sedekah. Jadi ketika saudara menemukan kesulitan kehidupan muncul, apapun namanya, apapun bentuknya, bersegeralah saja mencari orang-orang yang lebih sulit dari diri kita. Bersegeralah saja mencari orang-orang yang lebih susah, lebih menderita daripada beban yang kita pikul

Dan bersedekahlah dengan harta yang terbaik. Sebab Allah berfirman dalam Al Quran "Tidak akan mencapai kebaikan yang sempurna, sampai kamu mau mengorbankan apa yang kamu cintai.... " (QS Ali Imran 92)

Ada banyak bentuk fadilah (keutamaan) sedekah, seperti :

  1. menghapus dosa-dosa
  2. memanjangkan umur
  3. menolak bala (musibah)
  4. menyembuhkan penyakit
  5. mendatangkan jodoh
  6. melipatgandakan rejeki
  7. dsb
Karena itu, jangan berhenti sedekah karena apa yang ditujukan berlum tercapai. Percayalah bahwa kebesaran Allah dapat menyelesaikan semua masalah yang pelik.

Lima Cara Sederhana Menghadapi Cobaan Hidup. Oleh: Aa Gym

  1. Siap menerima suatu cobaan

    Kita terkadang lupa bahwa pangkal dari masalah kita bukan masalah itu sendiri, tetapibagaimana menyikapi/menerima suatu cobaan. Seperti menghadapi suatu ujian. Apabila kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, maka umumnya kita akan mendapatkan hasil yang baik pula. Tetapi kita juga harus ingat bahwa tidak semua yang kita inginkan akan terwujud. Oleh karena itu, kita harus siap pula dengan kegagalan dan jangan hanya siap dengan kesuksesan. Semakin siap kita untuk menghadapi suatu kegagalan, semakin ringan masalah tersebut akan dirasakan oleh kita. Mulailah dengan niat yang baik, ikhtiar semampu kita, tapi jangan terkunci oleh keinginan dan nafsu kita, serahkan semuanya kepada Allah SWT.

  2. Kalau sudah terjadi, kuncinya adalah ridho/diterima

    Seringkali saat mengalami suatu masalah/musibah, kita cenderung berpikir “seandainya saya pergi lebih cepat”, “seandainya kita belajar lebih giat”, dsb. Hal itu menandakan bahwa kita adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak tenang dalam menghadapi berbagai cobaan serta masalah hidup. Apabila kita mencoba berpikir lebih dalam, banyak orang menderita bukan karena kenyataan yang terjadi tetapi karena tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita sudah siap untuk menerima berbagai cobaan dari awal dan bukan di akhir, InsyaAllah kita akan menjadi lebih tenang dan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidu kita.

  3. Jangan mempersulit diri, “mudahkan urusanmu”

    Apabila kita pikirkan baik-baik. Setiap kita mendapatkan masalah, pada umumnya kita menderita karena pikiran kita sendiri. Banyak orang menderita karena memikirkan yang belum ada dan bukan mensyukuri yang sudah ada. Orang tersebut bukan kurang rizki tetapi kurang iman. Kita jangan takut tidak akan mempunyai rizki yang cukup, tapi takut tidak bisa mensyukuri nikmat yang sudah kita miliki! Kita harus ingat bahwa kita dihormati orang lain bukan karena kita mulia, tapi karena Allah SWT menutupi dosa, aib, dan kesalahan kita!

    Aa gym pun mengatakan terdapat beberapa babak dalam hidupnya: babak ngetop, babak belur, hingga babak baru. Beliau juga berkata bahwa pujian jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan dicaci maki. Karena pujian mendekatkan kita ke kemunafikan. Namun, dari hal tersebut beliau menyadari bahwa memang terkadang inilah ujian yang diberikan oleh Allah SWT terhadap hambaNya untuk menaikkan derajatnya. Jangan membebani diri kita dengan berbagai masalah yang sudah ada.

  4. Evaluasi diri (bertaubat)

    “Apa saja ni’mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.”

    QS An-Nisa ayat 79

    Terkadang kita lalai dalam mengevaluasi diri kita setelah tertimpa masalah/musibah. Kita cenderung mengedepankan emosi serta mencari-cari kesalahan orang lain. Kita harus ingat bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Cara untuk menghilangkan/megurangi dosa tersebut tentu dengan bertaubat.

    Dalam menghadapi berbagai masalah pun kita harus ingat bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak ada solusinya. Tidak ada guru yang memberikan soal tanpa ada kunci jawaban. Tidak ada seseorang membuat lubang kunci tanpa pasangan kuncinya. Salah satu jalan utama untuk mendapatkan jawaban dari masalah kita adalah dengan bertaubat! Pada intinya adalah kita harus instropeksi terhadap kesalahan diri kita sendiri dan jangan melihat/mencari kesalahan orang lain. Seperti kisah Nabi Adam a.s. yang memakan buah terlarang dan akhirnya dikirim ke dunia sebagai hukuman. Beliau menjadi mulia karena bertaubat dan bukan karena menyalahkan iblis yang telah membujuknya. Begitu juga dengan Nabi Yunus a.s. yang dimakan oleh ikan paus karena sempat lalai terhadap umatnya. Beliau pun selamat karena bertaubat.

  5. Cukuplah Allah SWT sebagai penolong kita (hanya bersandar kepada Allah SWT)

    Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukangsihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” QS Al Falaq 1-5

    Seringkali sebagai manusia, kita bersandar kepada jabatan, kekayaan, suami, istri, orangtua, saudara/kerabat dengan jabatan tinggi, dsb. Namun satu hal yang tidak kita sadari adalah kita sering bergantung kepada sesuatu yang tidak kekal. Kaya bisa menjadi miskin, kerabat bisa meninggal atau hubungan bisa menjadi renggang dan jabatan seseorang bisa hilang sewaktu-waktu. Begitu semua hal tersebut diambil/hilang kita akan kehilangan tempat bergantung. Namun apabila kita bersandar kepada Allah SWT yang kekal, kita tidak akan kehilangan apa-apa karena kita bersandar kepada yang kekal dan pemilik alam semesta. Hal ini pun tercermin dari cara Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama islam. Rasulullah menyebarkan agama islam dengan mengajarkan ilmu tauhid terlebih dahulu, yaitu ilmu mengenal Allah SWT. Baru setelah itu Rasulullah mengajarkan mengenai solat dan ibadah-ibadah lainnya. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa yang terpenting adalah mengenal Allah SWT terlebih dahulu.
Akhirul kata, derajat seseorang ditentukan pula oleh masalah yang dialaminya. Semakin tinggi derajat/mulia seseorang semakin berat pula masalah yang akan dihadapinya. Yang menentukan apakah kita akan menjadi lebih mulia atau tidak adalah bagaimana kita menyikapi dan mengevaluasi diri sesudahnya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada hamba-hambaNya dalam menghadapi&menyikapi berbagai masalah yang kita hadapi, Amin YRA…

Wassalamualaikum Wr. Wb.

7 (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi

Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan. Negeri yang sedemikian makmurnya ini, terancam kekurangan sandang, pangan dan papan. Kegoncangan melanda di mana-mana. Kegelisahan menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan. Begitulah kalau krisis ekonomi sudah memakan korban.

Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya. Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :

Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya. (QS. Hud : 6)

Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki. Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. Diantaranya

  1. Berusaha dan Bekerja

    Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah harus berusaha dan bekerja. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala : Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia.(QS. Al Jumu’ah : 10)

    Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena gengsi, sombong dan harga diri seseorang enggan bekerja. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu dilihat apakah pekerjaan tersebut halal atau haram.

  2. Taqwa

    Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan :

    Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (QS. Ath Thala : 2)

    Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan,’ demikian komentar Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).

  3. Tawakkal

    Allah berfirman :

    Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya. (QS. Ath Thalaq : 3)

    Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul Qur’an, 8/106.

    Dan tidak dinamakan tawakkal bila tidak menjalani usaha. Sesungguhnya menjalani usaha merupakan bagian dari tawakkal itu sendiri. Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan :Tawakkal dan kecukupan (yang Allah janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya. Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepantasnya seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat dan berusaha. Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu semua. (Zadul Ma’ad 2/315). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita dalam riwayat yang shahih :

    Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah denagn sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kaian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dipagi hari dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  4. Syukur

    Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman :

    Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras. (QS. Ibrohim : 7)

    Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)

  5. Berinfaq

    Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah, sebab denagn berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah Dzt Yang maha Memberi Rezeki telah berfirman :

    Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya. (QS. Saba: 39)

  6. Silaturohmi

    Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

    Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi. (HR. Bukhori Muslim)

  7. Doa

    Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.

    Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima. (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)

Wallahu a’lam bish Showab.

Inspirasi Hidup: Sakit Jantung Sembuh Berkat Sedekah

Jika Allah menghendaki, maka tidak ada yang tidak mungkin. Begitu keajaiban yang dialami oleh Desi, Sakit jantungnya sembuh berkat sedekah. Bahkan dengan sedekah itu pula, keluarganya terhidar dari kebangkrutan. Berikut kisahnya:

Divonis jantung, Dessi Zailina (37) cuek saja. Ia tidak terlalu serius oleh diagnosa dokter. Ia pun tetap melakukan aktifitas. Padahal saat divonis, ia sedang hamil enam bulan. Ia tetap keluar rumah, beraktifitas. Akibatnya fatal, Dessi mengalami sesak nafas. Terpaksa ia menemui dokter lagi. Dokter pun merekomendasi supaya ke Spesialis Jantung. “Jantung ibu bocor!” ujar dokter. Ia pun dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Dessi bukannya nurut, malah minta pulang kampung ke Palembang, untuk ziarah ke orangtua suaminya, Mazrul Jamal (39). Bukannya naik pesawat, Dessi sama suami melalui jalan darat. Usai ziarah kubur, Dessi pun kembali sesak nafas. Pulang ke Jakarta, pembantu masih mudik. Makin capeklah Dessi. Tapi dasar bandel, Dessi masih mau mengantar anak piknik ke Bandung. Sebagai akibatnya, balik ke Jakarta, sampai di rumah Dessi langsung lumpuh. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Ke kamar mandi pun Dessi harus merangkak. Suami yang sedang di luar ditelpon,” Mah, mungkin itu karena asam urat tinggi,” simpul suami. Yang benar, kata dokter, efek dari jantung bocor!

Merasa sudah gawat, Dessi minta dirawat inap di klinik. Saat itu, bulan Nopember. Menurut dokter kandungan, Dessi akan melahirkan Desember. Pada hari ke-empat di klinik, Dessi anfal, sesak nafas hebat. “Saya sudah bilang ke suami, saya sudah nggak kuat, saya nggak kuat,” tuturnya.

Esok paginya, Dessi batuk darah. Tanggal 27 Nopember 2007, Dessi baru nurut masuk Harapan Kita. Di UGD dokter kebingungan. Sudah keadaan hamil tua, jantung bocor lagi! Tim dokter memutuskan, janin harus dikeluarkan. Resikonya sangat mengerikan: kematian salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya! “Alhamdulillah, resiko itu tidak sampai terjadi. Anak ke-empat saya lahir dengan bobot 2,2 kilo,” tutur Dessi yang tinggal di Komplek Delta Mas, Cikarang.

Derita belum usai. Dua minggu setelah melahirkan, Dessi harus operasi jantung. Untungnya operasi lancar. Tapi masa penyembuhannya, enam bulan. Biayanya? Hanya rumah tinggal tersisa. Mobil, tabungan, dan sebagainya amblas! “Pokoknya habis-habisan deh,” papar Dessi.

Masih belum cukup, selama Dessi dirawat, suami harus menunggu. Hasilnya, pegawai swasta itu pun dipecat. Perusahaan tidak mau tahu. Satu bulan absen, tidak ada toleransi: out! Apalagi ini bakal absen berbulan-bulan.

Apakah yang menyebabkan Dessi selamat menjalani proses yang menakutkan itu? Persalinan lancar, operasi jantung lancar? Dessi masih ingat anak yang sulung Aldi Perdana Ramadhan, saat itu masih kelas empat SD, mengingatkan bahwa apa yang terjadi pada ibunya karena satu hal: kurang sedekah. “Anak saya bilang, waktu itu saya masih terbaring lemah di RS, Mah mungkin Mamah kurang sedekah kali, Mah.” Saya agak tersentak, tapi saya menjawab, iya mungkin Mamah kurang sedekah.” Dessi akui saat itu tak terlalu serius menanggapi anaknya.

Tapi lama kelamaan, Dessi berpikir mungkin benar peringatan anaknya. “Mungkin memang kuncinya pada sedekah. Musibah beruntun ini karena saya dan suami kurang sedekah.” Ia pun menyampaikan hal itu ke suami. Alhamdulilah, suami tanggap. Ia pun segera memesan nasi kotak 130 buah. Nasi kotak itu dikirim ke panti asuhan milik temannya. Tak lupa, Dessi menulis surat untuk anak-anak yatim. “Saya minta didoakan supaya operasi jantung saya lancar.” Dan memang, operasi jantung Dessi lancar. Padahal ia baru melahirkan ‘paksa’ anaknya, yang harusnya lahir sebulan lagi itu.

Setelah semua tuntas, tuntas pula harta untuk biaya operasi. Suami pun kehilangan pekerjaan. Dengan sisa tabungan, Jamal buka bengkel.

Ada yang mengherankan. Berkali-kali Aldi anaknya mengingatkan supaya jangan lupa sedekah. Dessi dan Jamal pun tiap bulan antar beras 50-100 kilogram ke panti asuhan milik temannya. Hasilnya, “Usaha suami saya lancar.” Avanza dan tabungan yang habis, kini diganti Allah Swt dengan yang baru: BMW dan Grand Livina. “Kami memperoleh mobil itu Agustus 2008, walau nyicil mbayarnya,” tutur Dessi.

Akhirul kisah, Dessi bersama suami Umroh, via Biro Haji & Umroh Wisata Hati.
Kaget juga Ustadz Yusuf Mansyur mendengar kisah Dessi saat mereka ketemu di Madinah, 9 Juni 2009. “Subhanallah, Mah..ternyata ada yang lebih parah dari kita. Tapi mereka, dengan barakah sedekah, selamat dari kebangkrutan,” tutur Dessi mengingat kata-kata Ustadz Yusuf. Yang lebih surprise lagi bagi Ustadz Yusuf, peringatan Allah melalui mulut anak Dessi sendiri yang baru kelas empat SD.

Sejak saat itu, Dessi dan suaminya, rajin bersedekah. Anaknya, Aldi, juga tak pernah lupa mengingatkan jika mamah atau papanya lupa bersedekah. Di sekolah, Aldi memang diajarkan rutin bersedekah oleh gurunya. Misalnya, tiap Jumat ada Infak ke Surga, dalam bentuk sedekah beras atau uang. Bahkan ada kupon sedekah yang nilai per kupon Rp 5000. Kebiasaan sedekah ini, melekat erat di benak Aldi. Ibu Dessi dan suami, patut bersyukur pada Allah mempunyai anak sholeh macam Aldi, dan tak lupa berterimaksih kepada SD Fajar Hidayah, yang mendidik Aldi minded dengan amal sedekah itu.

Sumber: Tabloid Nurani Edisi 535 Tahun X Minggu ke 4 bulan April 2011

Inspirasi Hidup: Punya Rumah Berkat Sedekah

Begitu mendengar tausiyah sedekah dari ustad yusuf mansur, Muhammad Mahmudin (36) langsung bersedekah. Subhanallah, keajaiban dari Allah pun dirasakannya. Setahun kemudian ia mendapat rumah sendiri. Rumah yang ia cita-citakan sejak lama. Berikut kisahnya:

Setiap niat yang kuat untuk menggapai sesuatu pasti akan berhasil. Itu filosofi yang dipegang Muhammad Mahmudin (36). Sejak kecil Udin, demikian sapaan akrabnya, dihadapkan pada kehidupan prihatin. “Saya sejak kecil biasa prihatin dengan berjualan saat teman-teman sebaya menikmati masa-masa penuh ceria dengan bermain, ternyata kondisi saat dewasa dan berumah tangga ada perbedaan antara mereka yang lebih banyak bermain dengan yang biasa berjualan,” ujar Udin yang lahir di Bogor, 5 Juni 1973 ini.

Meskipun pengalaman adalah guru terbaik, Udin melihat perjalanan bisnisnya tergolong lambat. Entah kenapa, Udin mencoba instrospeksi diri. Ia nyaris melihat jalan ke depan begitu gelap. Sampai kemudian episode kehidupannya berjumpa dengan amal ibadah bernama sedekah. Begini ceritanya:

Pada perayaan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw tahun 2006, Panitia Perayaan Isra’ Mi’raj Masjid Al-Ikhlash mengundang Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz yang mendalami aspek-aspek penting dari amal bernama sedekah, menceritakan fakta-fakta tentang keajaiban sedekah. Diantara jamaah masjid Al-Ikhlash yang berlokasi di Dusun Leuwikopo RW 02 Desa Babakan IPB Dramaga Bogor tersebut, adalah Muhamad Mahmudin.

Saat Ustadz Yusuf Mansur berceramah itulah, Udin gelisah. Bukan karena ‘panas’ karena ayat-ayat al-Qur’an atau hadits-hadits nabi yang sempat disitir Ustadz. Tetapi Udin ‘panas’ untuk tidak segera pergi menjalankan petuah-petuah ustadz Yusuf. “Tak pikir panjang lagi, belum lagi ceramah berakhir, saya pergi keluar masjid,” tutur suami dari Sri Mulyati (33) ini.
Kemana Udin menyelinap pergi?

“Saya menyelinap pergi ke ATM BNI untuk transfer ke rekening PPPA Darul Qur’an,” papar ayah dari Rifa Awalunnisa(7 th), Sabila Syahiratunnisa (5 th), Hanifatunnisa Mubina (mau 3 th) dan Siti Nafisaturrobi’ah (1 Th). Tak tanggung-tanggung, Udin transfer Rp 1,2 juta ke rek PPPA. “Saya hanya terharu, bahwa PPPA adalah lembaga yang akan menelurkan generasi hafiz Qur’an. Lembaga ini wajib dibantu. Kedua, saya penasaran juga dengan ‘teori’ sedekah yang dipaparkan ustadz Yusuf Mansur. Walaupun habis itu saya melupakan sedekah saya itu,” tuturnya.

Memang, tutur Udin lagi, jauh sebelum ia bersedekah, ada niat begitu besar untuk mempunyai rumah sendiri. Udin punya prinsip, setelah berkeluarga apalagi sampai punya momongan, tinggalnya harus terpisah dari orangtua. Cukup lama Udin tinggal di kontrakan. Sampai tercetus cita untuk membuat atau membeli rumah. Niat itu diwujudkan dalam bentuk perencanaan yang matang.

Pertemuan dengan Ustadz Yusuf Mansur, seolah menjadi akselerator cita-citanya. Anjuran sedekahnya, menghujam ke dada. “Dengan keyakinan bulat, saya bersedekah, dengan harapan Allah Yang Maha Kaya mempercepat cita-citanya memiliki rumah,” katanya. “Subhanallah, Mas..tak sampai setahun cita-cita memiliki rumah terwujud. Saya benar-benar surprise. Ini bukan kehebatan saya, tapi resep Allah yang pasti benar: bahwa sedekah bisa jadi solusi problem hidup manusia,” simpul Udin.

Kini keyakinan Udin semakin kuat. Keropak mesjid tempat Udin tinggal, tak pernah luput dari sedekah para dermawan termasuk Udin. ”Bersedekahlah, tidak harus banyak. Seribu, dua ribu, lima ribu, jadikan itu kebiasaan. Insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah. Bersedekah itu berniaga dengan Allah. Adakah berniaga yang lebih menguntungkan selain berniaga dengan Allah? Tidak ada.. Berniaga dengan Allah, pasti menguntungkan,” ujar Udin bertaushiah. “Syaratnya, ikhlas dan intensifkan ibadah yang lain!” tambahnya.

Udin berujar, jangan tunda bersedekah. Karena juga akan menunda rezeki dari Allah. Udin memaparkan pengalamannya, semakin cepat bersedekah semakin cepat Allah membalasnya. “Saya yakin rezeki berupa kepercayaan orang kepada saya dan juga beberapa teman saya untuk menggarap suatu usaha yang memberi profit lumayan, adalah karena sedekah ini. Termasuk betapa mudahnya saya mendapat fasilitas dari Allah beruapa mobil,” tukasnya

Date of Posting: 25 January 2011
Posted By: Muhamad Mahmudin

Sumber: Tabloid Nurani Edisi 531 Tahun X Minggu ke 4 bulan Maret 2011

Penjelasan Shalat Dhuha Menurut Ustad Yusuf Mansur

Berikut ini tausiah Ustad Yusuf Mansur melalui twitter. Semoga membawa kebaikan untuk kita semua.  Jika ada kebaikan, silakan disebarkan agar menjadi amal jariyah untuk kita, ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah sirna dan Insya ALLAH menjadi tabungan kebaikan kita kelak.

Ada yang tahu tidak kalau shalat dhuha itu HUTANG kita ke ALLAH SWT? Hutang 2 rakaat sehari. Yang kalau tidak dibayar, maka numpuk. Loh Loh, kan sunnah? Betul, shalat dhuha memang sunnah. Tapi sunnah muakkadah. Sunnah yang teramat penting. Yang kalau ditinggal, ya ada juga “RESIKO”nya.  Sunnah muakkadah kalau ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan

Begini ya, kenapa saya sebut sebagai Hutang. Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampai pagi lagi, kita itu sesungguhnya harus sedekah tanpa putus. Tiap sendi kita, dituntut sedekahnya. Harus bayar. Ya iya lah. Untuk oksigen tambahan aja, kita harus bayar. Mahal banget. Kalo anfal. Nah, apalagi oksigen yang kita hirup, GRATIS 24 jam. Ternyata tidak benar GRATIS. Harus bayar. Dituntut sedekahnya. Belum lagi mata, dan panca indera lainnya

Pokoknya harus bayar. Dan tidak bakalan kebayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizki nikmat ALLAH SWT? Sistem pernafasan yg komplit, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya. Ini semua ALLAH SWT adakan sedekah atasnya. Kitanya aja yg merasa GRATIS aja. Bebas-bebas saja. Tidak ada tanggung jawab, Tidak ada beban, Tidak ada kewajiban. Padahal tidak begitu.

Nyatanya tidak sedikit nikmat yang ALLAH SWT kurangi, bahkan ALLAH SWT cabut. Sebab di antaranya kitanya tidak atau kurang bersyukur. Terus persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampe pagi, atas semua rizki yg ALLAH SWT kasih, harus bayar berapa? Tidak ada yang sanggup bayar. Dan ALLAH SWT maklum itu. Tidak bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizki nikmat-Nya. Karena itu ALLAH SWT cukupkan bayarannya dengan shalat dhuha. ALLAH SWT cukupkan kewajiban kita membayar kepada ALLAH SWT, dengan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari.

Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan. Ya. Harusnya Maha Ringan. Tidak ada bandingannya shalat 2 rakaat dengan kewajiban bayar 1 hari rizki nikmat ALLAH SWT.

Dan itu sekaligus memberi pemahaman kepada kita, betapa besarnya shalat dhuha itu. Nilainya sebanding dengan seluruh bayaran ALLAH SWT atas makhluk-Nya. Begitulah. Shalat Dhuha 2 rakaat, menjadi bayaran kita kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT mencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dengan tambahan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Luar biasa. Tentunya, itu kalau syarat minimal, dipenuhi terpenuhi juga. Yakni soal shalat 5 waktunya. Tertib, bagus, tepat waktu, jamaah di masjid. Artinya, kalau shalat dhuhanya cakep, terus shalat fardhunya tidak cakep, ya tentu “bayaran” itu akan kurang juga. Dan akan ada yg diambil oleh ALLAH SWT.

Seorang pengusaha tekstil cerita, bahwa tabungan 3 tahun hilang sekejap. Mula-mula saya atas izin ALLAH SWT, tanya soal-soal ibadah yang wajib. Sahabat ini menjawab, yang wajib insya ALLAH dikerjakan. Meski bilang bolong berantakan. Dari soal yang ibadah wajibnya berantakan, saya sudah ngasih sedikit catatan. Soalan kedua, setelah nanya yang ibadah wajibnya bagaimana, adalah bagaimana soal larangan ALLAH SWT? Apakah ada yang dilanggar? Beliau bilang tidak ada. Okeh, kalau tidak ada, mulailah masuk soalan ketiga. Soalan ibadah sunnah. Gimana dengan ibadah sunnah?

Beliau sedih, hidupnya sejak jadi pedagang, jauh, sepi, dari ibadah sunnah. Termasuk shalat dhuha. Namun jika perdagangan jadi melalaikan kita dari ibadah yang wajib, juga yang sunnah, maka ini jadi masalah. Semestinya dagang jadi ibadah, karena melalaikan yang wajib yang sunnah, maka tidak bisa lagi dagang disebut ibadah.

Ketika dia bilang, tidak lagi shalat dhuha, untuk jangka waktu panjang, saya jelaskan bahwa shalat dhuha itu hutang kita kepada ALLAH SWT. Setiap harinya hutangnya shalat 2 rakaat.  Saya katakan kepada beliau, hutang itu kan ada kalanya ditagih harian, mingguan, bulanan, tahunan, ada juga yang sekaligus diambilnya. Pengusaha ini mengerti. Dia meninggalkan shalat dhuha begitu lama. Shalat Dhuha itu berarti rizki. Maka rizki itulah yang kini diambil kembali.

Logika kebalikannya adalah, bila ingin kembali rizki, kembali saja melakukan shalat dhuh, 3 th dia nabung, tabungannya “ditarik” lagi. Jangan lupa baca Surah Al Mulk dulu sebelum tidur. Kalau mau dikalikan 100x lipat pahala surah Al Mulk, bahwa dalam shalat sunnah. Baca di dalam shalat. Makanya, hafalin surah Al Mulk, biar bisa baca dalam shalat sunnah. Supaya pahalanya dikali 100. Oke, sekian dulu tausiahnya, semoga bermanfaat.

Pilih Mana? Mengutamakan Klien Kakap Atau Panggilan Shalat

~ BISIKAN SETAN PADA BEBERAPA KEADAAN ~

Tausiah Ustad Yusuf Mansur :Saat Rapat Bussines ada panggilan Shalat, Setan langsung berbisik, Sudahlah ntar aja, shalatnyaa. Waktunya kan masih panjang ini. Gak enak tuh...sama klien, sama si bos, ntar gak dapat bonus lagi kalo gagal. Lumayan kan bonus ? Bisa buat week end, buat beli blackberry baru sama betulin genteng bocor... Awas loh, Bos bisa bete tuh, ntar kalosampean dipecat ente makan ape sama keluarga ?

( Jawaban Jamaah FB - YMN )

Shalat dulu dong, apapun makanannya eh alasannya, toh Allah SWT juga yg nentuin sukses bisnis, dan segalanya. Berapa banyak kasus tender, udah hampir gol tahunya gatot alias gagal total. Malah gak enak hati sama Allah SWT kalo hidup ngandelin manusia, iya dia bos kite sekarang, tapi siapa jamin besok masih jadi bos ? Ye gak ? Iye aja dah... Allah SWT sebaik-baiknya pemberi rejeki.

Soal klien? Iye dia klien kakap, tapi siapa jamin dia masih kakap besok? Biasa aja deh, shalat kewajiban, kalo gantungin hati ke dia dengan topeng pencitraan demi dapet proyek, hati kite kan Allah SWT yang pantau, gak enak bawaannya, kayak gak ada harga diri aje kalo mengharap berlebihan sama manusia. Jelaskan saja toh semua tau shalat itu kewajiban, dan bicara baik-baik, gitu aja kok repot... Kalo Allah SWT Maha Besar, Allahu Akbar manggil kita, Insya Allah gak ada yang bikin repot. Tergantung kitanya besarin Allah SWT apa enggak... ( Hidup itu pilihan.... pilih yang mana??? )

Berdosa Dan Gak Beriman, Kok Malah Kaya?

Tausiah Ustad Yusuf Mansur : Banyak Kita yang heran melihat orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kepada Allah SWT malah dibukakan pintu rezeki seluas-luasnya serta dimudahkan segala urusan hidupnya. Boleh jadi Allah SWT memberikan kekayaan dalam rangka istidroj, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran. Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang ia perbuat

Allah SWT beri ia kekayaan, akhirnya ia pun semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat ia semakin kufur pada AllahSWT. Ia memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia adalah orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia

Allah SWT Berfirman artinya:

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua PINTU-PINTU KESENANGAN untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami SIKSA mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al Anam : 44)

Allah SWT Berfirman artinya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai KEMEWAHAN dan beri tangguhlah ( Ditunda ) mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan NERAKA yang menyala-nyala. ( QS. Al Muzammil : 11-12)

Terkadang didalam dakwah, karena seruan materialisme menyebar kemana-mana, seruan Ulama dan Saudara seiman seringkali dilihat dari kedudukan, nama dan kekayaan bukan isi seruannya, dan sebaliknya seorang muslim atau para penyeru Agama AllahSWTtidak jarang yang merasa rikuh menyampaikan bagian yang pahit didalam Al Qur'an dan Sunnah, bila dakwah mereka kepada para pembesar dan pemilik harta banyak, benarlah firman Allah SWT.

Allah SWT Berfirman artinya:

Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan KEKAYAAN atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu. ( QS. Huud : 12)

Ini dikuatkan dari pelajaran sejarah para Nabi-Nabi as, dimana tidak ada diantara mereka yang lebih kuat, lebih kaya, lebih terkenal dari pada raja-raja dan pembesar semisal Fir'aun, Pembesar Quraisy Abu Jahal, Abu Lahab, Raja Namrudz, waspada dengan tipuan dan bisikan syetan yang menyerang ilmu yang menuntun hidayah teramat dahsyat, karena sedikitnya mereka yang kritis dengan ilmu agama AllahSWTini dan merasa benar karena kedudukannya.

Dalam Islam kesabaran dan ketaatan sangat terkait, bila kita memiliki harta kekayaan, kita disuruh taat bersedekah dan bersabar dengan mengeluarkan harta, terlebih mereka yang memberikan sedekah terbaik, begitupun dalam shalat kita disuruh sabar dari bisikan kemalasan, begitupula ibadah-ibadah lainnya yang ada didalam Al Quran dan Sunnah. Janganlah memilah dan memilih padahal ia surat dinas kita sebagai manusia menjadi khalifah dimuka bumi ini.

Imam Ahmad mengatakan, “Sabar disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak lebih dari 70 ayat. Kaitan sabar dan iman seperti halnya kedudukan kepala dan jasad. Seseorang yang tidak sabar dalam melaksaknakan ketaatan, dalam menjauhi kemaksiatan serta ketika tertimpa musibah maka ia sudah kehilangan sebagian besar dari imannya.” (Kitab At-Tamhid: 391).

Allah SWT Berfirman artinya:

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah : 24)

Allah SWT Berfirman artinya:

Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang HAK dan yang bathil. ( QS. At Thariq :13 )
Allah SWT Berfirman artinya:

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu SEMBUNYIKAN yang hak itu, sedang kamu mengetahui ( QS. Al Baqarah :42)

Kisah Ustad Yusuf Mansur Melunasi Hutang Milyaran Rupiah

Lewat materi sedekah, Ustad Yusuf pada pekan lalu berhasil mengumpulkan uang lebih dari 60 juta saat mengadakan tausiah di Bali. “Kalau saya tidak bisa sedekah sebesar itu. Yang saya bisa lakukan adalah menggerakkan orang untuk bersedekah,” ucap Ustad Yusuf merendah. Ustad Yusuf Mansur menjelaskan, banyak manfaat dari mengajak orang untuk bersedekah. Apalagi ditambah dengan ajakan lain semisal Shalat Sunnah Dhuha, Shalat Sunnah Tahajud, dan amal shaleh lainnya

Bahkan untuk mengejar hutangnya yang segunung alias milyaran dengan penghasilan yang ngepas itulah Ustadz Yusuf Mansur mulai mengajar diterminal kali deres, mengajarkan sedekah, dengan mengajak orang mempraktekan sedekah maka pahalanya sama dengan jumlah nilai sedekah yang dikumpulkan, nilai pahala yang kekumpul akhirnya dengan izin Allah SWT hutangnya terlunasi dan penghidupannya yang menanjak.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (HR Muslim)

Suami Melarang Pergi ke Rumah Kerabat, Bagaimana?

KELUARGA merupakan tempat yang paling nyaman untuk menyandarkan segala isi hati, baik itu dalam keadaan susah maupun senang. Namun, setelah memiliki keluarga sendiri (menikah), hal itu menjadi berbeda. Ia harus bisa mengelola kelaurganya sendiri.

Ada kalanya kita akan merasakan rindu kepada keluarga, ketika telah menikah. Di mana saudara-saudara seayah dan seibu itu merupakan orang-orang terdekat kita sebelum menikah. Hanya saja, tak semua suami mengizinkan istrinya untuk bepergian, salah satunya untuk berkunjung ke rumah saudaranya sendiri, apalagi jika rumah saudara itu terbilang cukup jauh. Lalu, bagaimana kita, sebagai seorang istri bersikap, bolehkah pergi tanpa izin suami?

Jika Anda berada pada situasi demikian, maka Anda tidak boleh bepergian untuk mengunjungi keluarga tanpa izin suami. Sebab, menaati suami hukumnya wajib. Sebagaimana diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, Sunan Al-Baihaqi serta Shahih Ibnu Hibban dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku boleh menyuruh seseorang bersujud kepada manusia, niscaya aku perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang wanita memenuhi hak Rabbnya hingga ia memenuhi hak suaminya.”

Di samping itu, silaturahmi juga mungkin dilakukan tanpa bepergian. Misalnya dengan berkirim surat, hubungan lewat telepon, atau dengan cara lain. Suami istri hendaknya saling memahami urusan kehidupan rumah tangga tanpa kekerasan atau kezaliman. Kedua belah pihak hendaknya berusaha memahami pandangan pihak lain. Barangkali suami Anda memiliki alasan-alasan tertentu dalam melarang Anda untuk bersafar.

Nah, bagi suami, kami nasihatkan bahwa seorang suami tidak boleh menghalangi istrinya untuk berkunjung kepada keluarganya jika ada kesempatan. Wallahu ‘alam.

Sumber: 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya: Nabil Mahmud/Penerbit: Aqwam

Rumus Jitu Aa Gym, Hadapi Persoalan Hidup

Kalau saya sebut “Aa Gym”, apa yang terbersit kali pertama di benak Anda? Yeeep, pasti masalah poligami doi kan? Eits. Kita nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangga seseorang. Istilahnya nih, “You never really know a man until you understand things from his point of view…” daaan, kita kan enggak pernah “in his shoes” kan?

Aa' Gym in ACTION!

Jadi, skip lah yaaa, soal poligami Itu hak beliau pribadi dan sama sekali saya nggak ada urusan dengan itu Yang jelas, saya mau cerita petikan tausiyah beliau, tatkala bertandang ke Surabaya 28 Maret lalu.

***

Seolah “hujan penuh berkah” yang mengguyur padang pasir nan kering kerontang. Laksana air segar, yang membasahi kerongkongan setelah sekian jam berpuasa. Gitu deh, rasanya manakala denger tausiyah Aa Gym. Asli, segeeerrr banget. Barangkali, ceramah doi jadi lebih asyik, lantaran gayanya yang khas, santai, bersahabat dan sama sekali tak menggurui. Saya kemas dalam bentuk (seolah) tanya jawab ya. Cekidot :))

Bagaimana cara efektif agar kita bisa menghadapi persoalan hidup?

Sebelumnya, harus kita pahami terlebih dulu. Jangan menganggap persoalan sebagai sesuatu yang merendahkan diri kita. Coba, saya tanya, Rasulullah itu hidupnya banyak ujian? Banyak masalah? Sering dihina, dicaci dan dimusuhi banyak orang? Nah, bagaimana sosok Rasul? Beliau manusia yang mulia kan? Persoalan adalah sesuatu yang mengangkat derajat seseorang. Justru jangan bangga ketika tidak ada persoalan dalam hidup kita. Pada intinya ujian itu bisa berupa kelapangan/kemudahan dan kesempitan/kesusahan. Ujian kelapangan itu yang lebih bahaya. Karena ketika berada dalam kondisi lapang, kita cenderung sedikit mengingat Allah.

Salah satu ulama pernah berkata, “Tidak bisa seseorang meraih saripati ilmu tauhid, bila belum mengamalkan ilmu kelapa.” Apa itu? Kita lihat, kelapa itu dijatuhkan dari pohon, dijambak sampai gundul, digetok pakai golok, dicungkil sampai copot, disisir, lalu diparut, dan diperas! Percayalah, dengan mengalami persoalan hidup, kita justru bisa mendapatkan banyak kebaikan. Saya pernah berada di masa-masa hidup penuh pujian. Kemudian, kondisi berbalik. Saya dicaci di infotainment dan sebagainya. Tapi dari situ, Alhamdulillah, ketika menghadapi ujian yang berat, anak-anak saya malah jadi hafidz. Pesantren jadi ramai. Persoalan hidup itu tidak bahaya, karena semua sudah diukur oleh Allah. Yang bahaya adalah, manakala kita salah dalam menyikapi persoalan hidup.

Rumus pertama, kita harus siap menghadapi yang cocok dan yang tidak cocok dengan keinginan. Mustahil semua keinginan kita terwujud, atau hidup kita semuanya cocok terus dengan apa yang kita mau. Misalnya, setiap orang tentu ingin selalu sehat. Padahal, ada masanya kita harus menghadapi sakit. Sakit dan sehat itu hanya episode kehidupan. Berapa banyak orang menjadi mulia karena sakit, dan berapa banyak orang yang hina ketika ia sehat. Setiap takdir ada jalannya. Jangan pernah berprasangka buruk. Tugas kita hanyalah: (1). Meluruskan niat lillahit ta’ala; (2). Sempurnakan ikhtiar di jalan Allah; (3). Pasrahkan dengan tawakkal. Orang yang sakit hati pasti tidak tawakkal, karena merasa keinginannya paling benar.

Rumus kedua, kalau sesuatu sudah terjadi, maka kita harus ridho. Orang stres itu bukan karena kenyataan, tapi karena tidak terima kenyataan. Terimalah takdir yang ada, sambil kita terus berikhtiar untuk takdir yang lebih berkah. Orang depresi karena tidak terima takdir. “Sulit” itu kan persepsi kita. Pujian dan cacian itu sama saja, bergantung pada bagaimana cara kita menyikapinya.

IMG_2980 IMG_2981 IMG_3026 IMG_3027

Rumus ketiga, Jangan mempersulit diri. Mudahkan, jangan dibuat ribet. Karena, rasa sakit itu sebanding dengan tingkat “ketergantungan” kita pada makhluk. Manakala kita begitu “bergantung” pada uang, misalnya, lalu uang itu hilang, maka rasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Sebenarnya, orang yang paling sengsara itu mereka yang menginginkan sesuatu yang tidak ada takdirnya. Ridho, ridho, kita harus ridho. Misalkan ban kita pecah. Jangan sedih. Setelah ucapkan innalillahi, kita pahami bahwa artinya ada rezeki tukang ban di dompet kita. Aduh, tapi ngedorong motornya masih jauh! Ya, pahami, bahwa memang kita kudu olahraga. Enak kan, hidup kalau ridho seperti itu.

Dihina orang tak akan rugi. Nabi Muhammad saja, yang begitu mulia juga kerap dihina. Justru, kalau ada orang nggak suka sama kita, ini kesempatan baik supaya kita instropeksi. Apa iya kita melakukan keburukan sebagaimana yang ia katakan? Lalu, anggap saja, orang yang sebel sama kita itu, sebenarnya sayang dengan diri kita, wong dia selalu ingat kita siang dan malam. Iya kan?

Yang bahaya, kalau kita yang sebel sama tetangga. Giliran tetangga naik gaji, eh, kita naik tensi. Rugi.

Rumus keempat, evaluasi diri. Coba kita baca Surat An-Nisa ayat 79. Karunia apapun yang kamu peroleh PASTI dari Allah. Sementara keburukan apapun MUTLAK dari diri kamu sendiri. Orang bisa tobat kalau dia merasa sebagai sumber musibah. Sementara orang nggak bisa tobat kalau dia merasa sebagai korban.

Ingat sabda Rasul, “Laa taghdhob, walakal Jannah.” Jangan marah, bagimu surga. Para pemarah susah ke surga, karena pahalanya habis. Janganlah kita banyak mikir dan komentar yang tidak perlu. Ayo terus evaluasi diri.

Rumus kelima, cukuplah Allah sebagai penolong kita. Manakala kita bersandar pada “sesuatu”, tentu ada rasa takut kehilangan “sesuatu”. Misal, kita bersandar pada jabatan. Dengar kata mutasi, eh kita malah dengarnya mutilasi. Ya itu tadi, makin bersandar pada makhluk, makin capek. Makin ingin dipuji dan dicintai, rasanya makin sakit hati.

Terus camkan dalam diri, bahwa bergaul dengan manusia bukan berarti kita mengharapkan sesuatu dari manusia lain. Jangan berharap disayangi atau diberi, tapi berharaplah untuk makin menyayangi dan memberi. Kita akan merasa lebih tenang, ketika tidak banyak berharap. Ingatlah, bahwa kita tidak dirancang untuk menyelesaikan persoalan. Dengan adanya persoalan, kita dekati Allah, dengan jalan tobat dan taat kepada-Nya. Maka, kita akan menjadi tenang, ada jalan keluar dan persoalan hidup kita beres, atas izin Allah.(*)

Rahasia Mengubah Takdir Agar Hidup Lebih Baik

Bisakah mengubah takdir?

Banyak orang malas yang menjadikan takdir sebagai dalih atas kemalasannya. Padahal, takdir itu bisa diubah. Memang, tidak semua takdir bisa diubah. Misalnya, jika kita ditakdirkan sebagai seorang laki-laki, tidak bisa diubah menjadi seorang perempuan.

Kita memang tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi sebab waktu memang diciptakan tidak bisa mundur. Yang dimaksud mengubah takdir disini ialah mengubah takdir dimasa mendatang.

Lalu bagaimana cara kita mengubah takdir? Cara yang benar dan tepat, tentu saja harus bersumber dari Pembuat takdir yang tiada lain Allah SWT melalui Al Quran dan Hadits Nabi saw.

Bagi Anda yang belum tahu, bahwa takdir bisa diubah, silahkan simak hadist berikut:

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan.

Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Jika Anda ditakdirkan lahir dari keluarga miskin, itu memang tidak bisa diubah. Masa lalu sampai saat ini miskin, itu pun tidak bisa diubah. Namun, Anda bisa menolak takdir menjadi orang miskin terus dengan do’a.

Cara Mengubah Takdir

Mengubah Takdir Dengan Berdo’a.

Allah yang menetapkan takdir kita, maka Allah memiliki kuasa untuk mengubahnya, artinya takdir baru bagi kita. Mengubah takdir artinya Allah menggantinya dengan takdir baru. Tetap, Allah yang menetapkan takdir. Cara pertama ialah dengan berdo’a seperti yang dijelaskan pada hadits diatas.

Silahkan berdo’a, saya juga terus berdo’a untuk hidup yang lebih baik di dunia dan mengharapkan kebaikan juga di akhirat. Berdo’a itu penting dan harus dilakukan serius, jangan asal. Luangkan waktu dan hati untuk benar-benar bedo’a, bukan hanya komat kamit sekilas tanpa menghadirkan hati bahkan tidak memahami apa yang dikatakan.

Do’a tanpa tindakan percuma? Tidak, kadang ada kondisi dimana kita tidak bisa bertindak lagi, maka bedo’alah. Kadang, kita bingung mau bertindak apa? Berdo’alah. Anda sudah berusaha dan sedang bertindak, maka berdo’alah. Mudah-mudahan Allah membimbing langkah kita. Termasuk membuka pikiran untuk melakukan sesuatu. Cara Kedua adalah bersedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)

Bisa jadi Anda akan celaka atau mengalami kerugian, namun bisa jadi tidak terjadi karena Anda melakukan sedekah. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan sedekah, mudah-mudahan kita terhindar dari takdir-takdir yang tidak kita sukai dan diubah oleh Allah menjadi takdir yang menambah kebaikan bagi kita.

Cara Ketiga adalah bertasbih. Ada hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah bersabda :

Maukah kalian Aku beritahu sesuatu do’a, yang jika kalian memanfa’atkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu? Para sahabat menjawab : “Ya, wahai Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu do’a “Dzun-Nun : “LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang dholim”). (H.R. Imam Ahmad, At-Turmudzi dan Al-Hakim).

Saya masih ingat, sekitar 20 tahun yang lalu, AA Gym mengajarkan tasbih ini. Semoga mengalir pahala kepada beliau karena telah mengajarkan amalan yang luar biasa ini. Yuk kita amalkan, sempat setelah melaksanakan shalat, selipkan disela-sela do’a kita. jadikan dzikir harian.

Cara keempat ialah dengan bershalawat ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala sholawatnya untuk Rasulullah SAW, maka Rasul berkata kepada orang tersebut : “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni(H.R Imam Ahmad At-Tabroni)

Punya kesedihan, teruslah bershalawat. Rasulullah SAW pastilah menjadi orang yang mendapatkan keselamatan, namun balasan karena kita rajin bershalawat akan kembali kepada kita, diantaranya dilenyapkannya kesedihan kita.

Shalawat juga sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW.

Jadi, jangan pernah berhenti berdo’a dan berusaha. Seburuk apa pun kondisi saat ini, semuanya masih bisa berubah. Bagaimana pun pahitnya pengalaman kita dimasa lalu, masih bisa berubah. Optimis selalu Anda bisa mengubah takdir Anda menjadi lebih baik.

Tidak ada lagi alasan, semua kelemahan, kesedihan, dan kemiskinan adalah sudah menjadi takdir. Mungkin, yang lalu biarlah berlalu, itu sudah takdir kita. Sekarang, kita masih memiliki harapan agar Allah mengubah takdir pahit menjadi takdir manis.

Harapan itu masih ada, berdo’alah dan teruslah berusaha.