Sebuah kisah hikmah dari cerita silat dari Gunung Himalaya

Disebuah gunung di Tibet terdapat sebuah perguruan Silat Kungfu yang sangat hebat dan kesohor. Perguruan itu dipimpin oleh seorang guru atau Sifu yg sudah tua. Di antara murid-muridnya Sang Sifu memiliki seorang murid yg sangat pintar yang bernama Chao Wei. Jurus apa saja yang diajarkan Sifu kepada Chao Wei maka dengan dengan cepat Chao Wei menyerapnya.

Akhirnya tiba saatnya Sang Sifu mengajarkan jurus terakhirnya. Dengan cepat pula Chao Wei mengusainya. Akhirnya semua jurus dari Sifu kini berada ditangannya. Lalu Sifu memerintahkannya untuk mendatangi dan mencoba ke perguruan-perguruan Kung fu di setiap penjuru Tibet dan Himalaya. Dengan kemampuan kungfunya yang hebat ia selalu menang dalam setiap pertandingan. Kemenangan demi kemenangan telah diraihnya dan ilmu kungfunya kini semakin tinggi tak terkalahkan. Tanpa sadar kini Chao Wei mulai berubah, ia mulai merasa lebih hebat dari semua teman-temannya. Merasa lebih hebat dari para seniornya. Dan bahkan mulai merasa lebih pandai dari Sang Sifu. Chao Wei mulai dihinggapi kesombongan dan tidak lagi mau mendengar nasihat Sang guru.

Kisah Hikmah Ary Ginanjar Dari Gunung Himalaya

Pada suatu hari, di perguruan itu kedatangan seorang tamu yg berpakaian lusuh. Dia bermaksud ingin menginap di sana. Lalu ia bermalam di perguruan itu, Seperti biasa, setiap pagi seluruh murid berlatih bersama, dan saat itu dipimpin oleh Chao Wei. Kebetulan tamu itu melintas sambil tersenyum-senyum melihat latihan itu. Melihat itu Chao Wei tersinggung karena merasa diremehkan. Lalu Chao Wei menantang sang tamu. Pada awalnya tamu itu menolak, akan tetapi karena didesak akhirnya ia mau menerima tantangan itu. Sang Sifu yang sudah tua itu mencoba melerai, akan tetapi tidak digubris oleh Chao Wei.

Pertandingan dimulai, Chao Wei mulai melancarkan semua serangan jurus-jurusnya yang terkenal mematikan, akan tetapi selalu bisa dihindari dengan mudah dan ditangkis oleh Sang Tamu. Dan akhirnya Chao Wei mengeluarkan jurus pamungkas, yaitu jurus andalan yang bernama " jurus delapan penjuru angin " yang sangat dahsyat. Angin-angin taufan bergemuruh dan halilintar dan gunturpun turun akibat pengaruh kekuatan jurus itu.

Akan tetapi Chao Wei lengah ketika menyerang, dan dgn sigap dan cepat sebuah serangan tapak tangan terbuka Sang Tamu dengan cepat menyerang ulu hati Chao Wei. Cha Wei terhempas dan langsung jatuh pingsan. Pertandingan sudah usai dan tamu itu telah pergi. Setelah Chao Wei tersadar dari pingsannya ia membuka mata perlahan-lahan, disampingnya Sang Sifu duduk menemani. Chao Wei tidak tahu bahwa Sang Tamu yang dilawan itu sesungguhnya Dewa Angin Penguasa Gunung Himalaya ! Guru Sang Sifu.

Kini nampaknya Chao Wei tersadar atas kesombongannya selama ini, lalu ia meminta maaf kepada Sang Sifu. Lalu Sang Sifu berkata, "Cha Wei sesungguhnya sayalah yang harus meminta maaf kepadamu karena ada satu jurus rahasia lagi yang belum saya ajarkan". "apa itu Sifu ?"tanya Chao Wei terbata-bata ......Sifu menjawab, "Jurus terakhir Kungfu Tibet sesungguhnya adalah bukan jurus untuk melawan ke luar diri, akan tetapi jurus untuk melawan kedalam diri sendiri"

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah hikmah diatas adalah bahwa ada sebuah ilmu yang sangat sulit untuk dipelajari yaitu " wisdom ". Dia bukan ilmu kepala tapi ilmu hati. Bukan ilmu tangan tapi ilmu jiwa. Ilmu yang tidak kasat mata. Ilmu itu hanya bisa diraih melalui sebuah pengalaman hidup dan sebuah perenungan yang sangat dalam. Cara terbaik untuk mempelajari ilmu " wisdom " ini adalah REI dalam bahasa Jepang, yaitu loyalitas kepada atasan, atau senioritas. Itulah sebabnya di dalam dunia persilatan di China dan dunia bela diri di Jepang selalu diajarkan secara turun temurun selama berabad-abad melalui tingkatan sabuk. Dan di dalam keluarga besar ESQ hal ini telah menjadi Nilai yang kedua setelah Integritas yaitu LOYALITAS. Artinya tidak cukup hanya pintar, tapi harus menjunjung tinggi loyalitas dan hormat serta patuh kepada atasan.

Teknik Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.

Langkah-Langkah Pemecahan Masalah

Overview

Ada banyak cara untuk memecahkan masalah, dan itu akan tergantung pada situasi anda, pengalaman anda, pengetahuan anda, sikap anda, dan masalah anda untuk menentukan pendekatan yang terbaik.

  1. Anda saat ini mungkin dihadapkan pada masalah jangka panjang yang akan memakan waktu untuk diselesaikan, seperti sengketa hukum atau masalah pribadi. Atau anda mungkin sedang mengalami masalah-masalah di tempat kerja, atau bagaimana membantu anak anda mendapatkan nilai yang lebih baik pada ujian minggu depan. Pada hal ekstrem, situasi anda mungkin mengerikan, seperti menemukan pesawat bermesin tunggal anda yang baru saja kehabisan bensin, dan diperlukan sebuah solusi segera.
  2. Pengalaman anda tentu saja akan mempengaruhi penyelesaian masalah diatas, sebagai contoh:
    1. Jika anda adalah seorang pengacara, atau seorang penasehat, anda akan tahu bagaimana menangani masalah hukum dan pribadi melalui pelatihan dan pengalaman, serta pendekatan terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.
    2. Jika anda adalah seorang pengajar, anda sudah pernah mengalami kesulitan dalam menempuh ujian, dan akan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk membantu anak anda sukses. Atau anda sudah pernah membantu anak pertama anda menempuh ujian dengan sukses, maka anda tidak mengalami kesulitan dalam membantu anak kedua anda.
    3. Jika anda belum pernah berada di situasi tersebut, anda mungkin akan mengandalkan insting untuk memecahkan masalah anda. Sebagai pilot, anda akan telah dilatih tentang bagaimana bereaksi dalam keadaan darurat.

Bagi dan Pecahkan

  1. Gunakan logika untuk sampai pada suatu kesimpulan. Untuk mengatasi hampir semua masalah, anda dapat menggunakan proses eliminasi – memilah-milah persoalan sampai semua yang tersisa adalah masalah. Ada empat langkah dasar untuk proses ini:
    1. Mendefinisikan masalah
    2. Membuat rencana
    3. Melaksanakan rencana
    4. Mengevaluasi hasil
    Sampai ada jawaban yang bisa diterima, anda akan mengulangi langkah 2 hingga 4. Kami akan menggunakan masalah umum untuk menggambarkan proses ini.

  2. Mendefinisikan masalah. Mobil anda tidak bisa di-starter, tidak ada seorang pun di sekitar, dan anda buta terhadap mekanisme mobil. Ini adalah sebuah mobil baru, sehingga anda tidak terbiasa dengan hal-hal semacam itu. Selanjutnya, anda akan terlambat untuk bekerja jika anda tidak segera menghidupkan mobil anda. Ada banyak persoalan untuk ditangani, tetapi hanya satu masalah: mobil anda tidak bisa dihidupkan.

    Ketika mendefinisikan masalah, jangan menganggap hal-hal yang tidak ada hubungannya, hanya fokus pada masalah yang sebenarnya. Anda dapat mempertimbangkan persoalan-persoalan lain nanti.

  3. Memiliki rencana. Hal ini penting untuk pemecahan masalah, dan kunci untuk menjaga proses tetap pada jalur serta mencari solusi dalam waktu terpendek. Sebagai contoh, untuk kasus mobil mogok diatas, rencana dibuat fokus pada masalah yaitu bagaimana membuat mobil dapat dihidupkan kembali – meskipun mungkin tidak sederhana itu karena kompleksitas mesin. Rencananya akan memecahkan masalah ke dalam masalah yang lebih kecil yang lebih mudah dipecahkan, sampai kita mendapatkan yang tersisa dengan penyebab sebenarnya dari masalah (akar masalah).

  4. Melaksanakan rencana. Kita akan mulai dengan pertanyaan besar dan jelas : Ya/Tidak. Mengetahui apa masalahnya bukan sama pentingnya dengan mengetahui apa itu.

    Apakah mesin mengalami turn over ketika anda mencoba menghidupkan? Jika ya, maka baterai tidak masalah, dan anda telah menghilangkan satu kemungkinan besar. Jika tidak mengalami turn over, maka kita tahu bahwa masalah tersebut mungkin listrik. Untuk kasus ini, kita akan mengupamakan bahwa mobil tidak mengalami turn over .

    Kita mengetahui sekarang bahwa masalah kemungkinan terletak di suatu tempat di sepanjang jalur listrik, apakah itu pada starter atau baterai atau beberapa masalah listrik lainnya.

  5. Mengevaluasi hasilApa yang Anda pelajari dari tes pertama? Apakah mengalami turn over beberapa kali, kemudian melambat dan berhenti? Apakah hanya terdengar suara mengklik saja? Jika ya, masalah ini kemungkinan besar adalah baterai yang mati. Untuk contoh ini, apa yang terjadi bukanlah starter atau mesin yang membuat suara sama sekali, dan bahkan tidak berusaha untuk hidup. Ini bisa berarti baterai benar-benar mati, kecuali untuk fakta bahwa memutar kunci menyebabkan semua lampu dasbor dan radio menyala seperti biasa.

    Anggap saja baterai tidak bermasalah, namun masih ada sesuatu yang menghalangi mobil untuk hidup. Jadi kita tahu masalahnya adalah tidak ada listrik yang masuk ke starter saat anda memutar kunci. Jadi anda harus mulai lagi dari langkah 2.

  6. Mengembangkan rencana berikutnya Jika anda mengerti mengenai mekanisme mobil, anda mungkin akan membuka kap mobil untuk melihat apakah semua bagian berada di sana. Untuk contoh ini, meskipun, anda tidak akan tahu apa itu valve seal atau part lainnya yang asing bagi anda, namun anda melihat bahwa mesin masih di dalam, dan sepertinya tidak ada yang hilang. Sehingga rencana anda selanjutnya adalah berkonsultasi dengan ahlinya – buku panduan pemilik.

  7. Melaksanakan rencana tersebutKarena anda telah mempersempit masalah bahwa penyebabnya bukanlah baterai yang mati atau tidak ada bahan bakar, anda melihat di buku panduan untuk mencari tahu dimana masalahnya. Anda memperhatikan adanya ikon peringatan besar dengan teks yang menyatakan, “Untuk alasan keamanan, anda harus menginjak pedal rem untuk menghidupkan mobil anda.”

  8. Mengevaluasi hasil berdasarkan pada pengetahuan baru ini. Apakah anda menekan pedal rem ketika anda pertama kali berusaha untuk menghidupkan mobil? Jika anda melakukannya, maka itu berarti bukan masalah. Namun, agar contoh ini tidak menjadi panjang, anggap saja anda mengabaikan untuk menginjak pedal rem.

  9. Mengembangkan rencana berikutnya. Ini semakin lebih mudah, bukan? Rencana selanjutnya adalah anda mencoba untuk menghidupkan mobil dengan pedal rem ditekan/diinjak.

  10. Melaksanakan rencana tersebut. Coba kembali menghidupkan mobil, kali ini dengan melibatkan rem.

  11. Mengevaluasi hasil. Apakah mobil anda bisa hidup? Ya, itulah dia! Masalah anda terpecahkan, dan anda berada pada jalur kembali untuk masuk bekerja.

    Jika anda tidak memulai proses tadi, maka anda bisa saja langsung menelepon montir mobil untuk datang ke tempat anda. Namun, karena metode yang anda lakukan dan memang anda rajin untuk memecahkan masalah, maka tentu saja anda bisa menghemat tagihan perbaikan mobil anda.
Brainstorming

  1. Berbicara dengan orang-orang. Jika masalah anda tidak terlalu terburu-buru untuk diselesaikan, dan anda memiliki waktu untuk berkumpul bersama orang-orang yang memiliki keahlian atau pengalaman yang berhubungan dengan masalah Anda, ambil keuntungan dengan berbicara dengan mereka. Katakanlah anda ingin memulai bisnis, namun tidak tahu bagaimana harus memulainya.

  2. Kumpulkan orang-orang bersama-sama dalam satu meja. Jika anda berada dalam lingkungan bisnis, lakukan rapat. Jika lebih informal, maka teleponlah teman-teman, undang mereka untuk pertemuan bisnis sosial.

  3. Mendefinisikan masalah. Ya, seperti di atas, anda tidak bisa memecahkan masalah sampai anda pertama-tama mendefinisikannya. Masalahnya adalah anda ingin memulai bisnis, namun tidak memiliki pengetahuan yang perlu anda lakukan dengan sukses.

  4. Membuat rencana. Bicaralah dengan tim anda. Lakukan brainstorming, dengarkan ide-ide mereka, dan diskusikan. Aduk ide-ide anda ke atas meja, dan biarkan orang-orang membicarakannya. Sering kali, anda akan menemukan bahwa setiap orang memiliki potongan-potongan kecil dari sebuah ide, tetapi dengan bersama-sama anda menggabungkan potongan-potongan kecil tersebut dan membuat rencana yang lebih besar untuk dikembangkan.

    Dalam contoh kita, anda akan membuat garis besar sebuah perencanaan bisnis. Ini memberi anda langkah-langkah konkret yang memungkinkan anda untuk menentukan bisnis anda dan tujuannya, manganalisa kompetisi, mengevaluasi pasar, dan memiliki garis yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai.

  5. Melaksanakan rencana tersebut. Ini akan memakan waktu cukup lama, dan akan menguji batas-batas pengetahuan anda, tetapi akan mendorong anda sepanjang jalan untuk memiliki usaha yang sukses.

  6. Mengevaluasi hasil. Kumpulkan tim anda kembali, dan diskusikan apa yang telah anda temukan. Brainstorming lagi, dengarkan dan lanjutkan apa yang berjalan baik, buang apa yang tidak berjalan.

  7. Ulangi sampai anda memiliki rencana yang pas dan anda siap untuk memulai bisnis anda. Masalah kali ini telah dipecahkan, namun akan ada banyak lagi di depan!

Penelitian

Ada banyak pendekatan untuk pemecahan masalah. Mungkin salah satu pendekatan yang paling kunci untuk memecahkan masalah adalah penelitian. Apakah membaca buku panduan pemilik untuk mencari tahu mengapa mobil anda tidak bisa dihidupkan, atau meneliti kasus-kasus hukum di masa lampau untuk menemukan pendekatan yang terbaik untuk gugatan perdata yang anda hadapi, penelitian dapat memainkan peran penting dalam pemecahan masalah.

Ketekunan

  1. Sebagai penutup, mungkin pendekatan yang terbaik dari semua adalah dengan memasukkan setiap pendekatan yang anda ketahui, dan tidak menyerah sampai masalah anda terpecahkan. Ada solusi untuk setiap masalah, bahkan jika solusi tersebut sulit untuk diterima. Seperti yang sering didengungkan, “ketekunan akan membuahkan hasil.”

  2. Good luck!
Tips

  1. Jika anda merasa anda tidak dapat melakukan apa-apa, berhentilah berpikir tentang apa yang tidak dapat anda lakukan dan mulai berpikir tentang apa yang dapat anda lakukan. Bahkan jika itu adalah sesuatu yang kecil atau tampaknya tidak penting. Langkah kecil mungkin sebuah loncatan untuk mengarah ke langkah lain yang lebih besar.
  2. Miliki keberanian.
  3. Jika anda mulai merasa kewalahan atau frustasi, ambil nafas dahulu. Sadarilah bahwa setiap masalah memiliki solusi, tapi kadang-kadang anda begitu sibuk di dalamnya sehingga anda tidak dapat melihat apa-apa lagi selain masalahnya.
  4. Sikap adalah kuncinya. Semakin banyak masalah yang anda pecahkan, semakin berpengalaman anda dalam pemecahan masalah. Anda dapat menerapkan solusi dari satu area ke area lain hanya dengan mendapatkan pengalaman. Terbukalah untuk masalah-masalah baru.
  5. Pertimbangkan membaca buku-buku yang khusus berkaitan dengan masalah anda.
  6. Perlu diingat peranan orang lain dalam pemecahan masalah. Kerja tim sering memainkan peran penting dalam masalah-masalah yang dihadapi.
  7. Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.

Menjalin hubungan baik harus di kuasai oleh semua orang yang ingin sukses

Perlu digarisbawahi bahwa hubungan baik dapat membuat kita berhasil ataupun sebaliknya. Mutu suatu hubungan dengan pasangan hidup kita akan menentukan bagaimana hubungan kita dengan anak-anak. Dan hubungan keluarga kita turut menentukan hubungan kita dengan orang lain. Jarang ditemukan orang yang sukses dalam jangka panjang yang tidak mempunyai hubungan baik dengan pasangan hidupnya.

Demikian pula mutu hubungan kita dengan sesama rekan, atasan dan pegawai sebagian besar menentukan kesuksesan ataupun kegagalan kita dalam dunia usaha. Semua keahlian dan keterampilan teknis di dunia ini tidak akan dapat membuat seseorang mampu mencapai sesuatu yang diinginkan, kecuali jika ia bisa mengembangkan cara menjalin hubungan baik dengan orang lain, pertimbangkanlah beberapa fakta-fakta di bawah ini, dalam beberapa studi aktual tentang kepemimpinan di dunia bisnis telah terbukti bahwa :

Bagaimana Cara Menjalin Hubungan Baik

  1. Seorang eksekutif rata-rata menghabiskan tiga perempat dari hari kerjanya dengan berhubungan dengan orang banyak.
  2. Biaya terbesar dalam dunia bisnis sebagian besar dikeluarkan untuk kepentingan orang banyak.
  3. Harga yang paling berharga dan paling besar yang dimiliki setiap perusahaan adalah sumber daya manusianya.
  4. Semua rencana kerja yang diemban seorang eksekutif bisa terlaksana ataupun gagal terlaksana oleh orang banyak.
Bila anda ingin sukses dalam hidup ini apapun tujuan atau profesi yang anda pilih, anda harus belajar mengembangkan hubungan baik dengan orang banyak. Kemampuan mengembangkan hubungan yang baik dengan orang lain bukanlah suatu yang sulit. Di bawa ini ada 3 pedoman yang dapat membantu anda dalam membina hubungan yang baik dengan orang banyak.

Menjalin hubungan baik jangan mementingkan diri sendiri

Langkah pertama yang harus di ambil dalam membina hubungan yang baik adalah jangan terlalu mementingkan diri sendiri. Orang-orang yang perhatian utamanya dipusatkan pada diri mereka sendiri dalam berhubungan dengan orang lain jarang yang bisa mengembangkan hubungan baik yang langgeng. Potensi bagi hubungan yang baik akan berkembang pesat bila anda mulai memusatkan perhatian pada orang lain.

Potensi bagi hubungan baik akan berkembang pesat bila anda mulai memusatkan perhatian anda pada orang lain”

Berikan mereka perhatian

Salah satu kunci bagi hubungan baik dan keberhasilan dalam hidup dinyatakan dalam salah satu ungkapan yang bagus : “Orang banyak tidak akan peduli seberapa jauh yang anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh anda peduli”. Semua keterampilan, bakat, dan pendidikan di dunia ini tidak akan pernah membuat orang lain lebih terkesan daripada perhatian anda yang tulus ikhlas kepadanya. Sebenarnya, bila anda dalam kedudukan memerintah seseorang, dan anda tidak mulai menunjukan bahwa anda menaruh perhatian/peduli kepadanya, kemungkinan besar usaha anda dalam memberinya pengaruh positif akan sangat terbatas.

“Orang banyak tidak akan peduli seberapa jauh yang anda ketahui, hingga mereka tahu seberapa jauh anda peduli”

Kenali mereka lebih jauh

Salah satu contoh sejarah bagaimana Napoleon Bonaparte berhubungan dengan anak buahnya. Dia mengenal nama setiap perwira dalam pasukannya. Ia sering berjalan-jalan mengitari perkemahannya, mengunjungi seorang perwira, memberi salam dengan menyebut namanya, dan bercakap-cakap tentang pertempuran atau siasat perang di mana perwira tersebut terlibat. Ia tidak pernah melepaskan kesempatan untuk mencari keterangan tentang tempat tinggal, istri, dan keluarga para prajuritnya. Ketika ia melakukan hal ini, mereka selalu heran akan begitu banyaknya yang diketahui sang Kaisar mengenai diri mereka hingga hal yang sekecil-kecilnya. Karena setiap perwira merasakan perhatian pribadi Napoleon yang amat besar terhadap diri mereka yang terbukti dari semua pertanyaannya maka mudahlah dimengerti mengapa mereka begitu setia dan berbakti kepadanya.

Dalam menjalin hubungan baik temuilah setiap orang dengan sikap positif dan harapkan agar setiap pertemuan menghasilkan sesuatu yang positif. Layanilah setiap orang sama pentingnya, maka anda tidak akan pernah menganggap rendah siapapun.

Kisah Inspirasi Tentang Bantal

Ada seorang yang sangat sholeh sekali, setiap hari dia melaksanakan sholat lima waktu, sholat sunnahnya tidak pernah ketinggalan, puasanya senin kamis, tahajudnya hampir dilakukan setiap malam. Tetapi ada kelemahan dari orang sholeh ini, hobinya tidur di atas bantal, setiap waktu luang dan lenggang dia tidur, bukan hanya malam, siang pun dia tidur. Sehingga sebagian besar waktunya setelah dia ibadah ia akan tidur. Akibatnya suatu hari Allah ingin memberi pesan kepadanya, lalu orang sholeh ini bermimpi, di dalam mimpi ia tiba-tiba mati, akan tetapi orang sholeh ini merasa bahwa dirinya akan masuk surga. Sehingga dia tenang-tenang saja bawa surga pastilah ada di tangannya.

Pada saat itu ia berjumpa dengan malaikat dan kemudian malaikat berkata : “Engkau boleh masuk surga, akan tetapi pintu surga itu tidak selalu terbuka, kadang tertutup kadang terbuka. Ketika pintu terbuka silahkan masuk tapi ketika pintu surga tertutup engkau jangan masuk”. lalu orang sholeh tersebut dengan yakinnya dia menunggu di depan pintu surga, menunggu pintu itu terbuka satu hari ditunggu pintu itu masih tertutup ia tetap optimis dan yakin hari kedua masih ditutup dari pagi, siang, sore, malam, tapi masih juga tertutup. Akhirnya dia mulai kelelahan dan kebiasaan lamanya terjadi lagi. Tidur lagi di tempat di mana dia biasanya tidur yaitu bantal yang dicintai olehnya.

Kisah Inspirasi Bantal dari Ary Ginanjar Agustian

Apa yang terjadi, ketika dia tertidur pintu surga terbuka, tetapi orang sholeh tersebut tetap terlelap, kemudian ketika pintu sudah tertutup, orang soleh itu bangun. Tetapi pintu surga tidak bisa lagi terbuka. Apa pesan dari kisah ini ?

Yang Pertama ingat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Manusia yang paling mulia di antaramu adalah manusia yang paling bermanfaat diantara sesamamu” ( HR Bukhari Muslim )

Yang kedua ingat misi manusia adalah rahmat bagi semesta alam. “wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” bahwa manusia adalah rahmat bagi semesta alam. bukan hanya sekedar tidur kemudian berdzikir atau sholat, tapi harus memberikan manfaat untuk dunia, menolong fakir miskin, memberikan ilmu, memproduksi barang dan jasa yang bermanfaat untuk sesamanya. Apa saja yang dilakukan untuk memberikan manfaat untuk dunia. Itulah misi manusia mengapa ia diturunkan ke muka bumi. Allah mempunyai program, yaitu salah satunya dunia dan manusia dijadikan khalifah atau pemimpin di muka bumi untuk memberi rahmat bagi makhluk memberi rahmat bagi sesama bukan hanya tidur, ingat tidur hanyalah untuk sekedar istirahat bukan untuk menghabiskan waktu.

Jadikanlah setiap diri kita bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita. Tidur di bantal yang empuk dengan nyenyak boleh-boleh saja, namun hal tersebut dilakukan setelah kita melakukan banyak kemanfaatan bagi sekeliling kita, bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan negara.

Kisah Inspirasi, agar tidak pernah berhenti beramal sholeh

Berikut ada sebuah kisah, bisa juga untuk cerita kepada anak dirumah, karena memberikan banyak pembelajaran, berkaitan tentang beramal sholeh.

Subhaanallah, bersyukurlah kita yang ahli sedekah, harta kita yang kita sedekahkan dimanfaatkan oleh sekian ratus generasi kita, yang hari-harinya dihabiskan untuk meningkatkan kualitas kepribadiannya melalui Sholat Malam, Sholat 5 Waktu berjamaah, puasa sunnah, zikir, menghafal Al-Quran dan Mengkaji Ilmu Agama dan Pengetahuan.

Dari sinilah segala bentuk amal sholeh kita menjadi berlipat ganda bahkan terus mengalir tiada berbatas dari generasi ke generasi.

Kisah kali ini menginspirasi kita, agar tidak pernah berhenti bermal sholeh walau itu kecil

Alkisah……Ada seorang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bersedekah sembunyi-sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam setahun. Sesudah uang nya terkumpul, ia pergi keluar rumah pada malam hari. Dilihatnya ada seorang wanita tidur dijalanan. "Wah, ini orang susah," begitu kira-kira ia berpikir. Dan, sambil menutup wajahnya, agar tidak diketahui, ia memberikan bungkusan uang itu dan lari, supaya tidak diketahui.

pada Pagi harinya di kampung itu ribut , ada seoranng pelacur mendapatkan bungkusan uang yang diberikan oleh orang tak dikenal.

Maka orang itupun berguman, "Subhanallah!! Salah beri, aku kira dia wanita susah, ternyata pelacur."

"Ya Rabb, setahun kukumpulkan uang untuk dapat pahala sedekah yang sembunyi-sembunyi, ternyata uangku hanya untuk pelacur.

Tapi ia tidak putus asa, Dikumpulkannya lagi sekian ribu dinar.

Kali ini ia tidak mau tertipu. Pada suatu malam, kembali ia beraksi. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang duduk diam disuatu tempat yang gelap. "Ini pasti orang yang susah," gumannya. Dilemparkannya bungkusan uang sedekah itu, lalu ia bergegas lari.

Pada pagi harinya terdengan kabar gempar. Si laki-laki yang dikenal sebagi pencuri mendapatkan sebungkus uang. Malam itu ia tengah menyusun strategi sendirian untuk mencuri. Nyatanya , belum sempat melakukan aksinya, malah ia mendapatkan uang dengan jumlah yang amat besar.

"Ya Rabb, dua tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi-sembunyi. tahun lalu yang dapat seorang pelacur. Eh, tahun ini seorang pencuri.

Namun ia tetap tak putus asa. Ia kumpulkan lagi uang sedekah sampai setahun berikutnya. "Ya Rabb, ini yang terakhir. Kalau sedekah ini masih saja tidak tertuju kepada mustahiq. selesailah, Ya Rabb. Aku tidak mampu lagi."

Pada waktu yang telah dipersiapkannya, kembali ia melaksanakan niat baiknya untuk ketiga kalinya.

Malam itu ia melihat seorang orang tua tengah tertatih-tatih. "Wah, ini orang yang pasti berhak atas sedekahku, malam malam begini orang tua ini jalan malam-malam dengan tongkat. Pasti dia orang susah," katanya dalam hati.

Dilemparkan uang itu, seraya berkata"ini untukmu" Dan ia pun pergi dengan cepat sambil menutupi wajahnya.

Pagi harinya terjadi kegemparan lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya. orang tua renta yang dikenal paling kaya dan paling kikir dikampung itu mendapat uang"kaget" semalam.

Mendengar kabar itu, si pelaku sedekah sembunyi-sembunyi ini berkata "Ya Rabb, yang pertama pelacur, yang kedua pencuri dan yang ketiga orang tua paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb, apa arti perbuatanku ini?

Ia pun memilih diam, seraya mengiklhaskan apa yang telah dilakukannya. Waktu berjalan, hingga 20 tahun kemudian. Allah SWT membuka rahasia perbuatan orang tersebut, dengan tersampaikannya kabar kepadanya tentang dua orang bersaudara yang menjadi ulama besar.

Murid keduanya mencapai puluhan ribu orang, dan si pelaku sedekah puluhan tahun yang lalu termasuk orang yang mengaji dengan ke dua ulama adik kakak itu. Ternyata, dua ulama bersaudara itu adalah anak seorang pelacur yang dulu diberi sedekah secara sembunyi-sembunyi itu.

Si perempuan ini melacur untuk menafkahi anaknya. Ketika mendapatkan sedekah kagetan itu, ia bertaubat dan menjadikan harta dadakan itu untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga menjadi alim dan menjadi ulama besar.

Air mata si pelaku sedekah pun mengalir. Ternyata yang diberikannya puluhan tahun yang lalu. Allah jadikan balasan yang berlipat ganda dengan lahirnya dua ulama shalih bersaudara yang diikuti oleh puluhan ribu orang yang belajar kepada keduanya. Inilah baalsan keiklahsan seseorang.

Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat, yang diantar jenazahnya oleh ribuan orang. Siapa wali yang shalih itu? Ternyata waliyullah itu dulunya adalah pencuri yang mendapatkan sedekah sembunyi-sembunyinya.

Ketika hendak mencuri ia berdoa kepada Allah " Ya Rabb, beri aku keluhuran. kalau aku dapat rizqi malam ini aku akan taubat." Tatkala ada yang melemparinya bungkusan uang itu, segeralah ia bertaubat sesuai dengan janjinya. Ia memperbaiki diri dari segala kesalahan yang diperbuatnya, beribadah dengan se tekun-tekunnya, beristiqamah dengan ucapan dan tindakannya, hingga Allah Ta’ala mengangkatnya menjadi orang yang shalih.

Si Fulan yang bersedekah itu amat terharu, dan ia berdoa. “Ya Rabb, tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orang tua yang paling kaya dan paling kikir dikampung kami ini ?” Ternyata ia mendengar kabar, orang itu telah wafat. Semenjak kejadian sedekah kaget itu dan sebelum wafatnya, si kikir tua itu pindah ke kampung lain dan berwasiat untuk memberikan seluruh hartanya bagi baitul maal dan penyantunan para anak yatim. Itu dilakukan oleh si orang tua yang kikir setelah ia merasa malu dan merenung bahwa, kepada dia yang kaya dan kikir, masih ada yang menyedekahinya.

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [QS. An-Nahl : 97]

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.

Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu. "Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?". "Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.'Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

"Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Kisah Inspiratif " Tentang Ujian Hidup "

Cerita Inspiratif berikut adalah inspirasi bagi teman-teman yang merasa hidup ini sedang penuh ujian dan cobaan. Seringkali kita bisa muncul atau timbul berprasangka merasa Tuhan tidak adil kepada kita, kita merasa telah berbuat hal-hal yang baik dalam hidup dan suka menolong orang lain, bertanya-tanya namun kok hidup ini selalu ditimpa musibah dan tidak ada tanda-tanda pertolongan dari Tuhan.

Mari kita simak cerita inspirasi berikut ini agar kita tahu bagaimana kita harus bersikap menghadapi kesulitan hidup.

Filosofi Botol Kecap (Kisah Inspiratif)

Dikisahkan ada seorang pengusaha kaya yang tampak bahagia. Uang bukan masalah baginya. Usahanya maju, dia jarang rugi, hampir semua bisnisnya mendatangkan keuntungan berlipat. Seakan-akan, uang itu mengejar-ngejar dirinya.

Dia pun memiliki istri yang cantik, anak-anak yang sehat dan lucu. Akan tetapi, di balik kesuksesannya itu ada banyak perilaku buruk yang dia lakukan. Pengusaha ini gemar melakukan maksiat.

Karena berkantong tebal, dia dengan mudah bisa bergonta-ganti pasangan alias main perempuan, melakukan kecurangan dalam bisnis, mengonsumsi makanan dan minuman haram, dan beragam kemaksiatan lainnya.

Sampai suatu ketika, dia mengalami sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Anaknya yang berusia tiga tahun meninggal dunia karena kecelakaan yang disebabkan keteledoran dirinya. Peristiwa itu membawa perubahan dalam dirinya.

Dia bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasa dia lakukan. Dia pun mulai belajar melakukan shalat, pergi ke masjid, melaksanakan puasa Ramadhan, dan sebagainya.

Di tengah upaya perbaikan diri itulah, krisis moneter yang menghantam pada tahun 1998 telah membawa perubahan drastis dalam bisnisnya. Perlahan, tetapi pasti, dia mengalami kebangkrutan. Satu per satu perusahaan miliknya gulung tikar dan berpindah tangan.

Utangnya membengkak sehingga tabungan dan depositonya di bank serta properti dan kendaraannya habis untuk menutupi utang-utangnya itu. Jika sebelumnya kata "gagal" dan "rugi" seakan menjauh darinya, sekarang kedua kata itu seakan lekat dengannya.

Jika sebelumnya gelimang rupiah demikian mudah dia dapatkan, sekarang uang recehan pun seakan enggan mendekat kepadanya. Telah berkali-kali, dia mencoba bangkit, merintis kembali bisnisnya, tetapi berkali-kali pula dia gagal. Tumpukan emosi negatif seakan tumpah ruah di otaknya.

Dalam kesulitan hidup yang mengimpit tersebut, dia mempertanyakan keadilan Tuhan. Saat tenggelam dalam kemaksiatan, begitu mudahnya rezeki didapat, tetapi setelah meninggalkan kemaksiatan, rezeki pun ikut meninggalkan dirinya.

"Apakah ada yang salah? Ke mana doa-doa yang selama ini dia panjatkan? Apakah Tuhan tidak mendengar atau tidak sudi mengabulkan doaku? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang serta akan mengabulkan doa-doa dari setiap hamba-Nya?"

Begitu keluhnya. Memang, di tengah kesulitan itu, kuantitas ibadah semakin berlipat-lipat. Namun, itu semua seakan belum cukup untuk mengembalikannya pada "kehidupan normal".

Berkali-kali, dia mendatangi ustaz dan kiai untuk meminta doa dan nasihat. Saat diberi doa atau amalan tertentu, dia akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Namun, lagi-lagi semuanya berakhir dengan kekecewaan. Dia pun mulai meragukan para kiai dan ustaz tersebut yang katanya hanya pandai berteori. Mana buktinya?

Di ambang keputusasaan, pertolongan Allah pun datang melalui salah seorang kenalannya. Dia adalah seorang dosen agama di sebuah perguruan tinggi ternama. Dosen itu tidak membawakannya uang, menawarkan kerja sama bisnis, atau hal lain yang bersifat materi.

Namun, dia membawa nasihat yang mampu mengubah paradigma berpikir mantan pengusaha kaya ini. Tidak banyak dalil yang dia ungkapkan. Dia hanya memberikan analogi dan perlambang saja. Katanya,

"Seseorang tidak bisa mengisi botol penuh kecap dengan air putih, sebelum kecapnya dibuang terlebih dahulu. Baru setelah itu, kita bisa memasukkan air putih. Itu pun masih ada sisa-sisa kecap yang belum terbuang sehingga air yang kita masukkan masih akan bercampur dan berwarna hitam. Air itu harus dibuang lagi sehingga botol benar-benar bersih dari kecap. Baru setelah itu, air yang kita masukkan benar-benar bening karena tidak tercampur lagi dengan kecap.

Analoginya, kecap itu adalah harta yang kita miliki dan air putih itu adalah doa dan amal ibadah yang kita lakukan. Antara maksiat dan kebaikan tidak akan mungkin bisa bersatu. Karena itu, ketika seseorang ingin menyucikan dirinya, semua kotoran yang ada dalam diri dan harta harus dibuang dan dibersihkan.

Ada banyak skenario Tuhan untuk 'membersihkan' harta seseorang sehingga harta kotor yang dimilikinya benar-benar terkuras, mungkin dibangkrutkan usahanya, kena tipu, dan sebagainya. Andaipun semuanya sudah terkuras, boleh jadi masih ada kotoran yang masih tersisa dalam diri dan harta. Allah Swt. akan meinbersihkannya dengan penyakit, musibah, atau lainnya, sembari dia menahan rezeki dari orang itu. Nah, ketika dia sudah benar-benar bersih, Allah Swt. akan membukakan jalan rezeki yang halal kepadanya. Yang jadi masalah, apakah kita sabar atau tidak dalam proses pembersihan itu?"

Nasihat ini mampu menjawab pertanyaannya selama ini tentang keadilan Tuhan, tentang ijabah doa, tentang makna pertobatannya. Allah Ta'ala. mengambil sebagian besar kekaya-annya bukan karena Allah benci, melainkan Allah amat sayang dan cinta kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat.

Sebabnya, bagaimana mungkin mengisikan nasi dan sup yang lezat ke dalam mangkuk yang blepotan dengan kotoran. Tentu sangat bijak jika mangkuk itu dibersihkan terlebih dahulu. Begitu pula qada Allah, sebelum menuangkan limpahan rahmat dan ampunan-Nya, dia akan membersihkan orang tersebut dari jelaga kemaksiatan yang masih hinggap dalam diri dan hartanya.

Beberapa tahun berlalu, mantan pengusaha kaya ini sudah berada kembali di jalur kesuksesan bisnisnya. Walau belum sesukses dahulu, tanda-tanda ke arah itu sudah mulai terlihat di hadapannya. Ibaratnya, dia tengah mengisi botol nasibnya dengan air putih keberhasilan setelah dia menumpahkan hitamnya air kemaksiatan.

Rentetan kegagalan dalam bisnis telah membawa perubahan positif dalam diri pengusaha ini walau sebelumnya dia nyaris jatuh pada keputusasaan.

Filosofi botol kecap yang disampaikan temannya telah membuka sudut pandang baru terhadap makna ujian dan makna hidup yang sebenarnya.

Dalam bahasa manajemen, pengusaha ini telah mengalami reinventing atau menemukan kembali tujuan hidupnya.

Sumber : Cerita Inspirasi Muslim

Cerita Inspiratif Jangan terlalu berbangga diri

Sebuah kisah yang memberikan pembelajaran, Seandainya Anda dihormati orang,jangan terlalu berbangga diri. Dan seandainya Anda tidak dihormati, janganlah kecewa dan bersedih sebab Anda tetaplah sebuah pribadi yang berharga berikut cerita selengkapnya

Seorang biksu dengan pakaian lusuh datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar itu mengamati penampilan sang biksu, lantas mengusirnya pergi dengan kata-kata kasar.

Beberapa hari kemudian, seorang biksu datang lagi. Dengan mengenakan jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, ia memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut. Si saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan vegetarian mewah. Lalu ia mengajak sang biksu untuk menikmati makanannya.

Biksu itu kemudian menanggalkan jubah keagamaannya yang mewah, melipatnya dengan rapi, dan meletakkannya di atas kursi meja makan. Katanya, "Kemarin saya datang dengan pakaian usang dan Anda mengusirku. Hari ini saya datang dengan pakaian mewah, dan Anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku, tapi untuk jubah ini." Setelah berkata demikian si biksu tersebut berlalu, meninggalkan sang saudagar yang kaget.

Lantas biksu itu menyimpulkan, "Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang kupakai yang dihina, mengapa aku mesti sedih..?"

Teman-teman, demikianlah sebagian besar manusia. Lebih sering menghormati yang melekat pada diri orang—seperti busana, kekayaan, atau jabatan. Bukan pribadi atau keberadaan orang itu sendiri.

Maka...

Seandainya Anda dihormati orang, jangan terlalu berbangga diri. Dan seandainya Anda tidak dihormati, janganlah kecewa dan bersedih sebab Anda tetaplah sebuah pribadi yang berharga.

Bangkit dan tetap teguh karena di balik ketidaknyamanan terdapat hikmah yang sepadan. Tetap berpikir & bertindak positif.

Salam Sukses, Luar Biasa!!!

7 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Jumlah Tabungan Anda

tabungan

Untuk membuat jumlah tabungan anda meningkat, anda membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar menghemat.

Berapa banyak uang untuk ditabung?

Dimana anda menempatkan uang tersebut?

Bagaimana anda bisa yakin bahwa uang itu akan tetap ada (tidak dipergunakan)?

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu anda lakukan agar anda dapat meningkatkan jumlah tabungan anda :

  1. Tetapkan tujuan

    Untuk tujuan jangka pendek, menetapkan tujuan dapat dengan mudah dilakukan. Jika anda hanya ingin membeli sebuah game, yang harus anda lakukan adalah mencari tahu berapa biayanya. Jika anda ingin membeli rumah, hitung jumlah uang muka yang harus anda siapkan.

    Untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, anda harus melakukan perencanaan yang lebih (memperkirakan berapa banyak uang yang anda perlukan untuk hidup nyaman setelah pensiun dan memperkirakan bagaimana investasi dan tabungan anda akan membantu mencapai tujuan anda).

    Agar tujuan anda tersebut dapat tercapai, maka kondisi pertama yang harus anda miliki adalah anda tidak memiliki hutang. Jika anda memiliki utang, maka prioritas pertama adalah anda segera melunasi utang-utang anda. Setelah semuanya lunas, uang anda mulai dapat digunakan untuk tabungan.

  2. Mengatur jadwal

    Sebagai contoh, saya ingin bisa membeli rumah dalam tiga tahun dari sekarang. Tetapkan tanggal untuk pencapaian tujuan jangka pendek tersebut dan pastikan bahwa tujuan dapat dicapai dalam waktu itu. Jika tidak memungkinkan maka anda hanya akan berkecil hati.

  3. Tentukan jumlah uang yang akan ditabung

    Hitung berapa banyak uang yang akan anda simpan dalam tabungan anda per minggu, per bulan, atau setiap kali anda menerima gaji, untuk mencapai tujuan anda tersebut. Sebaiknya anda menyimpan sejumlah uang yang sama setiap periode. Misalnya, jika anda ingin berangkat haji 3 tahun dari sekarang, katakan saja biayanya 45 juta rupiah, maka anda harus menyimpan sebulannya sebesar Rp. 1.250.000,- . Tapi jika gaji anda sebesar 2 juta per bulan, maka tujuan anda tampaknya tidak realistis, karena idealnya tabungan adalah 30% dari penghasilan anda. Apa yang harus anda lakukan adalah mengubah jadwal agar menghasilkan skenario yang lebih layak.

  4. Mencatat pengeluaran

    Jumlah uang yang anda tabung adalah selisih antara jumlah penghasilan anda dan jumlah pengeluaran anda. Karena anda memiliki kontrol yang lebih pada jumlah yang anda belanjakan, maka suatu hal yang bijak jika anda melihat secara kritis pengeluaran-pengeluaran anda. Catatlah setiap bulannya dimana anda menghabiskan uang Anda. Jadilah sedetail mungkin dalam persediaan uang anda, termasuk pembelian-pembelian kecil. Kemudian cobalah untuk mengkategorikan jenis biaya. Sebagai contoh: sewa, asuransi mobil, biaya perawatan mobil, tagihan telepon, bensin, makanan, hiburan, dll.

  5. Potong pengeluaran-pengeluaran anda

    Lihatlah kembali pengeluaran anda selama 2 bulan ke belakang. Sangat mengejutkan ketika anda menyadari biaya anda nongkrong di cafe sebesar Rp. 2 juta, tiket parkir Rp. 500 ribu, dsb. Mungkin anda akan menemukan beberapa biaya yang tidak dapat anda pangkas. Berdasarkan jumlah yang perlu dihemat, anda perlu mengambil beberapa keputusan sulit. Buatlah prioritas dan potong pengeluaran-pengeluaran yang membawa dampak paling kecil terhadap kebutuhan anda. Misalnya anda dapat pindah ke apartemen yang lebih murah, mengurangi pemakaian mobil, membatasi penggunaan handphone, makan di rumah, dsb. Hitunglah berapa banyak anda akan menghemat setiap tahunnya dari pemotongan ini.

  6. Berhenti menggunakan kartu kredit

    Bayarlah pembelian barang konsumsi anda dengan uang uang tunai, bukan dengan kartu kredit. Memang lebih mudah untuk membeli sesuatu dengan uang plastik karena saat itu anda tidak menyadari berapa banyak uang tunai yang anda miliki di dompet. Dengan uang tunai, sebaliknya, anda dapat memonitor persediaan uang anda sebenarnya.

  7. Sisihkan pertama-tama untuk tabungan

    Menabung haruslah menjadi prioritas anda, jadi jangan katakan bahwa apa yang anda masukkan ke tabungan anda adalah uang yang masih tersisa pada akhir bulan. Anda harus menyisihkan sebagian uang anda sesaat setelah anda menerima penghasilan anda. Misalnya, anda dapat melakukan transfer uang otomatis dari rekening yang anda pakai untuk menerima penghasilan anda ke rekening tabungan anda.

9 Kesalahan Tentang Uang Yang Harus Dihindari

uang

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita hidup dan dibentuk dari kebiasaan (perilaku-perilaku yang kita lakukan secara berulang-ulang). Begitu juga dengan kehidupan keuangan anda. Kehidupan keuangan anda saat ini, adalah akibat dari perilaku-perilaku yang anda lakukan secara berulang-ulang. Saya disini berbicara tentang kehidupan keuangan yang negatif. Padahal kehidupan keuangan mempunyai dampak yang luar biasa besar terhadap kehidupan anda secara keseluruhan. Banyak sekali orang terperangkap dalam kesalahan-kesalahan keuangan yang sama.

Berita baiknya, jika anda dapat mengenali dan mengeliminasi kesalahan-kesalahan ini, hal tersebut adalah langkah pertama menuju kemandirian keuangan anda.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam keuangan yang perlu anda hindari :

  1. Pengeluaran Berdasarkan Kata Hati

    Sumber hutang pribadi terbesar adalah pengeluaran yang melebihi hal-hal yang anda butuhkan. Jangan pergi berbelanja jika anda sedang merasa bosan di rumah, sebab anda akan membeli barang-barang yang sebetulnya tidak anda butuhkan / jarang anda pergunakan. Jika anda mempunyai kecendrungan untuk selalu menuruti kata hati anda, cobalah untuk membuat rencana yang matang terhadap barang-barang yang memang perlu anda beli dan barang-barang yang perlu anda hindari. Jika anda betul-betul menginginkan sesuatu, anda dapat kembali di lain hari – intinya bersabarlah ketika berbelanja.

  2. Tergoda oleh Teknik-Teknik Para Penjual

    Perusahaan-perusahaan besar mencoba banyak trik untuk mengajak kita membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Ya, itulah marketing. Sebagai contoh, jangan tergoda oleh barang-barang yang di-discount sampai dengan 70%; bukan karena barang tersebut sedang sale lalu anda berpikiran harga tersebut adalah harga yang sangat bagus dan anda perlu membelinya. Jangan tergoda oleh promosi membeli 2 gratis 1; sebaliknya lihatlah barang-barang yang anda miliki saat ini, mulailah menghitung berapa banyak dari barang-barang tersebut yang jarang anda pergunakan.

    Jika anda merasa tidak nyaman oleh perilaku para salesman, pergilah menjauh segera – Jika anda betul-betul menginginkan barang tersebut, anda bisa datang lagi suatu saat.

  3. Tidak Pernah Mengecek Harga yang Lebih Murah

    Untuk item-item tertentu seperti asuransi atau hipotek misalnya, perusahan-perusahaan mengambil keuntungan dari loyalitas konsumen dengan memberikan harga yang tinggi. Keengganan konsumen untuk berpindah ke perusahaan lain ini dalam bahasa inggris disebut customer inertia. Sebagai contoh, orang-orang berpikir terlalu banyak birokrasi yang harus mereka lewati jika ingin memindahkan hipoteknya. Padahal jika mereka mau menjalani proses tersebut, yaitu berpindah ke perusahaan hipotek lain yang lebih murah, mereka akan menghemat jumlah uang yang cukup besar. Saya mengambil sebuah perumpamaan : jika anda pergi berbelanja, maukah anda membeli sebuah barang yang sebetulnya mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda, namun memiliki harga 20% lebih mahal?

  4. Tidak Memiliki Rencana Dalam Menabung

    Memang benar jika di usia 20-an sulit bagi anda untuk menabung, karena biasanya anda telah lepas dari tanggung jawab orang tua dan penghasilan anda habis untuk keperluan hidup sehari-hari. Anda baru bisa mulai menabung setelah penghasilan anda dirasakan cukup. Namun jika saat itu datang, anda menemukan diri anda telah menginjak usia 50-an tanpa tabungan sama sekali.

    Menabung memerlukan suatu sikap paksaan pada diri sendiri. Jika anda memaksakan untuk menabung sejak usia dini meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, hal tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan, dan anda akan lebih produktif kelak. Kondisi keuangan anda pun dijamin akan jauh lebih baik di masa mendatang.

    Paksakan minimal 10% dari penghasilan anda disisihkan untuk ditabung.

  5. Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Hidup

    Banyak para milyuner yang memiliki sifat tidak pernah puas. Mereka selalu menginginkan lebih dan lebih. Hal yang paling menyakitkan mereka adalah jika mereka harus membelanjakan uangnya.

    Uang dan kekayaan bukanlah suatu hal yang buruk, namun mereka akan menjadi seperti itu jika kita mencintainya melebihi apapun didalam hidup. Hidup bukan hanya tentang mengumpulkan uang, anda perlu menjaga keseimbangan antara uang dan aspek-aspek kehidupan anda yang lain.

  6. Membiarkan Uang Merusak Persahabatan

    Suatu kesalahan besar jika anda bergantung pada sahabat anda untuk menyelesaikan masalah keuangan yang anda hadapi, apalagi jika anda membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Banyak kasus persahabatan yang hancur hanya gara-gara masalah uang. Jangan nodai persahabatan yang telah anda bangun dengan susah payah dengan urusan pinjam meminjam uang.

  7. Tidak Memiliki Catatan Atas Keuangan Anda

    Banyak orang tidak mengetahui seberapa banyak uang yang sudah mereka belanjakan atau hutang yang mereka miliki; yang mereka sadari adalah dompet mereka sudah kosong di akhir bulan. Ada baiknya jika anda mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran anda sehingga anda bisa lebih mengontrol lagi pos-pos mana yang perlu dihemat.

    Kondisi keuangan yang baik dimulai dengan menyadari kondisi keuangan anda saat ini.

  8. Memperoleh Penilaian Kredit yang Merugikan

    Telat dalam membayar pinjaman ke bank akan membuat anda terkena bunga dan denda, namun sebetulnya masalah yang lebih utama adalah anda akan terkena dampak yang merugikan terhadap penilaian kredit anda (credit rating). Akibatnya anda akan lebih sulit dalam memperoleh kredit di masa mendatang dan hal ini sangat mahal harganya, karena menyangkut nama baik anda.

    Saya memiliki seorang rekan yang telah di-blacklist oleh salah satu bank penyedia kartu kredit. Ia saat ini kesulitan mengajukan kredit pemilikian rumah (KPR) ke bank manapun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bank-bank memiliki jaringan yang kuat satu sama lain, sehingga jika anda di-blacklist oleh salah satu bank, maka nama anda akan disebarkan ke bank-bank lainnya.

    Sebisa mungkin hindari telat membayar kredit apalagi tidak membayar sama sekali. Jika anda memang mengalami kesulitan, cobalah untuk datang baik-baik ke bank bersangkutan untuk membicarakan masalah keuangan anda.

  9. Meminjam Uang Dengan Bunga Yang Tinggi

    Jika anda terpaksa meminjam uang ke instansi keuangan, pastikan bahwa anda telah mendapatkan bunga yang terbaik atau rendah. Hindari meminjam uang dengan bunga diatas 17%, apalagi pinjaman dari kartu kredit.

Oke, semoga tips keuangan diatas bermanfaat untuk Anda.

10 Cara Efektif Mengurangi Hutang-Hutang Anda

mengurangi hutang

Apakah anda harus segera melunasi hutang-hutang anda yang menumpuk dan mengurangi pengeluaran bulanan anda? Pemotongan pengeluaran biasanya sangat tidak mengenakkan, sebagai contoh : menghemat penggunaan bensin dan listrik. Namun jika anda telah melakukan metode-metode yang sederhana tersebut, dan masih memerlukan penghematan pengeluaran, berikut ini adalah beberapa daftar yang dapat membantu anda. Akan tetapi, seperti telah saya sebutkan, cara-cara dibawah ini mungkin sangat tidak mengenakkan.

  1. Tinggallah sementara bersama orang tua anda (relatif)

    Yup, anda mungkin akan sedikit tidak nyaman tinggal bersama orang tua anda, namun hal tersebut masih tidak seberapa jika anda harus mengeluarkan biaya sewa rumah sampai dengan 2 juta sebulan. Hidup sendiri mungkin akan membuat anda sangat bebas, namun itu harus dibayar juga dengan harga yang tidak murah. Biaya sewa yang biasanya anda keluarkan setiap bulan, dapat anda tabung atau pergunakan untuk mencicil hutang-hutang anda yang menumpuk.

    Ini pun berlaku bagi anda yang sudah menikah. Anda dapat tinggal sementara waktu bersama orang tua / mertua anda, sampai anda cukup mampu untuk menyewa atau menyicil rumah.

    Tetapi sekali lagi, poin pertama ini adalah relatif. Jika anda memang harus tidak tinggal bersama orang tua / mertua, anda tidak perlu memaksakan. Anda hanya perlu memangkas pengeluaran yang lain seperti akan saya jelaskan di poin-poin berikutnya.

  2. Bersepeda ke tempat kerja

    Biaya transport ke tempat kerja termasuk salah satu post yang dapat anda pangkas. Kita mungkin merasa bahwa biaya transport termasuk bagian yang tidak terpisahkan dari pengeluaran kita. Namun, jika jarak tempat kerja anda kurang dari 10km, mengapa anda tidak mencoba menggunakan sepeda. Memang akan sangat tidak nyaman ketika hari sedang hujan, tetapi bersepeda memiliki beberapa keuntungan : biaya yang sangat rendah dan tidak ada pajak yang harus dibayarkan. Bersepeda pun membuat kita tetap fit tanpa harus mengeluarkan uang untuk pergi ke tempat olahraga. Di beberapa kota anda dapat menemukan bahwa bersepeda ke tempat kerja akan lebih cepat dibandingkan menggunakan mobil atau angkutan umum.

  3. Berhenti minum minuman beralkohol / kopi

    Berhenti minum minuman beralkohol / kopi bukan hanya baik untuk kesehatan mental dan fisik anda, tetapi juga baik untuk keuangan anda. :) Banyak orang menghabiskan cukup banyak uang hanya untuk minuman tersebut tanpa mereka sadari. Dahulu saya banyak mengkonsumsi kopi, namun setelah maag saya mengalami gangguan akhirnya saya mulai mengurangi. Saat ini dalam 1 minggu saya mengkonsumsi paling banyak 2 cangkir kopi.

    Jika anda tidak dapat berhenti, setidaknya kurangilah. Suatu ketika anda akan terkejut dengan perkembangan baik kesehatan fisik, mental maupun keuangan anda.

  4. Memasak sendiri

    Membeli masakan di luar adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan juga dapat dengan cepat membengkak. Meskipun anda tidak setiap hari membeli, anggap saja 4x dalam seminggu dengan harga misalnya Rp.30.000,- per satu kali beli. Dalam 1 bulan anda akan mengeluarkan biaya sebesar Rp.480.000,- …. koq jadi seperti belajar matematik ya? … :)

    Lagi pula memasak sendiri akan jauh lebih bersih dan sehat dibandingkan anda membeli masakan di luar.

  5. Tutup kartu kredit anda.

    Kartu kredit memang membuat pengeluaran menjadi lebih mudah. Yah untuk itulah kartu kredit ada. Dengan kartu kredit, anda tidak akan berpikir tidak memiliki uang selama 1 bulan ke depan. Memang jika anda sudah terbiasa hidup dengan kartu kredit, anda akan sedikit tidak nyaman jika tidak menggunakannya. Namun hal tersebut akan membuat perbedaan yang besar dalam penghematan uang anda.

  6. Jangan membeli TV

    Wah, sepertinya saya bisa mati berdiri jika hidup tanpa TV :), tetapi tahukah anda TV dapat menghemat pengeluaran anda jutaan, puluhan bahkan ratusan juta setahun? Ah, mana mungkin sebanyak itu?

    Oke, ini sedikit analisa saya :

    1. Berapa pemakaian listrik yang harus anda bayar setiap bulannya? (ini memang masih tergolong kecil)
    2. Jika ada berlangganan TV kabel, berapa yang harus anda bayar setiap bulannya?
    3. Ini yang paling memangkas pengeluaran anda tanpa anda sadari : berapa yang anda keluarkan setiap bulannya untuk membeli barang-barang karena pengaruh iklan TV? Sebagai contoh : saya waktu itu pernah tidak sengaja melihat iklan menu baru Pizza Hut di TV. Akhirnya saya pergi bersama keluarga untuk mencicipi dan malah ketagihan menu tersebut. Repot jadinya. :)
  7. Juallah mobil anda

    Mobil adalah lambang kebebasan, kemandirian dan ….. status. Namun mobil juga tergolong sebagai pemboros uang. Bukan hanya bensin, tetapi juga asuransi, pajak dan tentu saja biaya perawatannya, yang kadang-kadang dapat menghabiskan 5 sampai 10 juta jika mengalami kerusakan.

    Tetap ada kehidupan tanpa memiliki mobil : cobalah menumpang teman anda, angkutan umum atau seperti telah saya sebutkan diatas, bersepeda.

  8. Tamballah baju anda

    Dibandingkan anda membeli baju baru, mengapa anda tidak mencoba memperbaiki baju yang lama terlebih dahulu.

  9. Cobalah tantangan Rp. 25.000,- sehari

    Dapatkah anda bertahan hanya dengan Rp.25.000,- sehari? Ide ini mungkin terdengar sangat tidak mengenakkan. Namun, cobalah setidaknya selama 1 minggu. Hal ini akan mengajarkan anda untuk hidup hemat. Dengan membiasakan memegang sedikit uang, anda akan menemukan apa yang penting untuk dibeli dan apa yang tidak.

  10. Berliburlah di kebun belakang anda

    Maksud saya bukan betul-betul kebun belakang, tetapi mengapa anda menghabiskan Rp.20 juta untuk berjalan-jalan di luar negeri sementara di Indonesia pun masih banyak tempat-tempat berlibur eksotik yang belum pernah anda kunjungi dan masih bisa anda nikmati. Dengan berlibur di negeri sendiri, bukan saja anda dapat menghemat uang tetapi juga anda bisa terhindar dari penyakit-penyakit negara tujuan, seperti flu babi atau sejenisnya.

Inilah Alasan Kenapa Anda Selalu Dililit Hutang

hutang

Satu-satunya cara agar anda dapat keluar dari lilitan hutang adalah dengan memahami mengapa anda berhutang pada saat pertama kali. Banyak bukti telah menunjukkan bahwa …

Anda tidak akan dapat menabung meskipun pendapatan / gaji anda naik. Anda tidak akan dapat menabung meskipun cicilan mobil anda telah lunas. Anda tidak akan dapat menabung meskipun anak-anak anda telah dapat membiayai hidupnya sendiri. Dan meskipun anda memiliki uang 1 milyar di tangan anda saat ini, tetap anda tidak akan dapat menyisihkan uang 1 sen pun.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Sebab, anda hanya bisa menabung jika menabung menjadi suatu kebiasaan yang emosional. Anda hanya bisa menabung jika anda memperlakukan uang anda secara berbeda.

Jadi inilah beberapa hal mengapa anda bisa terlilit dengan hutang :

  1. Anda membeli barang-barang yang tidak terlalu anda butuhkan.

    Berhentilah membeli barang-barang menurut kata hati anda! Jika perlu hindarilah pergi ke mall! Sebab mall adalah sumber hutang pribadi anda. Tidak ada alasan memanjakan diri anda dengan membeli barang-barang bermerk yang sebetulnya tidak anda butuhkan.

  2. Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang anda tidak mampu membelinya secara tunai.

    Jika anda tidak dapat membeli secara tunai hari ini, jangan membelinya! Sesederhana itu rumusnya.

  3. Anda berpikir bahwa merek produk tertentu menandakan status sosial, ’ngetrend’, gaya dsb.

    Mobil membawa anda dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dompet adalah tempat menyimpan uang dan surat-surat penting anda. Kacamata hitam melindungi mata anda dari sinar matahari. Kaos menjaga anda tetap hangat. Jika anda selalu membayar sangat mahal untuk produk-produk tersebut demi status sosial, ‘ngetrend’ atau gaya, dibanding dengan fungsinya itu sendiri, berarti anda dalam masalah.

  4. Anda membeli mobil baru setiap beberapa tahun.

    Lihat poin saya sebelumnya. Mobil berfungsi mengantarkan anda dari suatu tempat ke tempat yang lain. Jika anda membeli sebuah mobil baru setiap beberapa tahun meskipun mobil lama anda masih berfungsi dengan sangat baik, maka anda sedang berusaha keras untuk mengesankan ‘sesuatu’ yang salah pada orang-orang… dan anda sendiri sedang dalam proses menuju pada kebangkrutan.

  5. Anda membeli sesuatu yang sebetulnya bisa anda pinjam atau sewa.

    Poinnya adalah jika anda hanya sesekali menggunakan barang tersebut, kenapa anda tidak meminjam dari teman anda atau menyewanya saja? Sebagai contoh, saya hampir saja membeli sebuah tangga lipat yang mungkin saya hanya pergunakan setahun 1-2 kali, padahal saya bisa meminjamnya dari orang tua saya.

  6. Anda membayar harga normal untuk setiap barang/jasa yang anda beli.

    Anda dapat menghemat sampai 10 juta rupiah setiap tahun jika saja anda mau menunggu membeli barang/jasa dan berbelanja pada outlet-outlet yang memberikan discount.

  7. Anda memiliki (atau menyewa) rumah lebih besar dari yang anda butuhkan.

    Ketika anda membeli atau menyewa rumah lebih besar dari yang anda butuhkan, anda berarti akan membuang uang untuk membayar biaya bulanan yang lebih mahal, biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dan membeli ‘barang-barang’ untuk mengisi ruang yang kosong.

  8. Anda tidak memiliki rencana anggaran.

    Apakah anda berasumsi bahwa jika anda menunggu dan mencari uang lebih banyak, maka keuangan anda akan membaik dengan sendirinya? Jika anda berpikiran seperti itu maka anda salah besar! Diperlukan pembuatan rencana anggaran yang serius untuk menghilangkan hutang-hutang anda serta mulai membangun kekayaan. Jadi mulailah membuat rencana anggaran sekarang!

  9. Anda tidak mengoptimalkan modal yang anda miliki.

    Anda harus membuat kesempatan uang anda untuk membuat uang kembali (leverage). Setiap modal yang anda miliki, tidak peduli seberapa kecil, harus dipergunakan untuk investasi. Jika modal anda tidak diinvestasikan, maka uang anda akan kehilangan nilainya karena faktor inflasi.

  10. Anda menikah dengan pasangan yang ’shopping oriented’.

    Anda tidak akan keluar dari lilitan hutang jika anda menikah dengan seseorang yang selalu membelanjakan uang yang anda hasilkan. Jadi tolonglah belahan jiwa anda tersebut untuk bertanggung jawab terhadap keuangan, kecuali jika anda ingin menjalani hidup lebih berat di masa mendatang.

  11. Anda tidak pernah dibekali pendidikan dasar tentang pengaturan keuangan.

    Ilmu keuangan bukan insting yang dibawa sejak lahir. Anda harus cukup mendapatkan bekal pendidikan tentang pengaturan keuangan, entah itu lewat pendidikan formal atau otodidak. Jika tidak, anda tidak akan kemana-kemana, tetap dalam lilitan hutang.

  12. Anda memiliki mental ’ingin cepat kaya’.

    Hanya 0.01% orang yang memiliki kekayaan secara instan, contohnya warisan orang tua. Sisanya sebesar 99.99%, kekayaan tidak akan datang secara instan. Jadi jika anda menghabiskan waktu dan uang anda untuk melakukan skema ’ingin cepat kaya’, yang terjadi justru hutang akan melilit anda.

  13. Anda memiliki kebiasaan yang buruk.

    Mabuk-mabukan dan judi adalah contoh yang sempurna dari sekian banyak kebiasan buruk, dimana anda memilih untuk menukar kesenangan jangka pendek/sesaat dengan kesengsaraan jangka panjang, yaitu hutang dan ketidaknyamanan.

  14. Anda banyak menyia-nyiakan waktu anda sendiri.

    Mereka mengatakan “waktu adalah uang”, dan saya tambahkan disini waktu lebih berharga dibandingkan uang. Waktu adalah hal terbesar dalam kehidupan. Uang yang hilang, dapat dicari kembali, namun waktu tidak tergantikan. Jadi jika anda gagal mengatur waktu anda, maka sudah pasti anda akan gagal mengatur uang anda … dan anda akan gagal juga dalam setiap aspek kehidupan anda. Jadi fokuskan waktu dan energi anda pada hal-hal yang penting, lupakan yang lain.

  15. Anda tidak menjaga kesehatan anda.

    Jagalah selalu tubuh dan pikiran anda tetap sehat! Masalah-masalah kesehatan akan menguras uang anda dan jika ini berkelanjutan, maka sudah dipastikan anda akan mengalami masalah keuangan jangka panjang.

    Ingatlah selalu bahwa hutang dapat dihindari dan dihilangkan. Hanya membutuhkan sedikit usaha, pendidikan dan determinasi untuk membuat semuanya menjadi mungkin. Seperti telah saya utarakan, hiduplah dengan sederhana. Jangan menggunakan uang untuk mengesankan orang lain. Jangan hidup dengan anggapan bahwa kekayaan selalu diukur dengan materi. Kelola uang anda dengan bijak sehingga uang tidak mengatur anda.

Sebab Sebab Turunnya Rezeki

usaha rezeki

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

  1. Takwa Kepada Allah
  2. Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,

    “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

    Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.

    Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

    Allah swt juga berfirman, artinya,

    “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

  3. Istighfar dan Taubat
  4. Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam

    “Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12) Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.”

    Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”

    Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

    Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

  5. Tawakkal Kepada Allah
  6. Allah swt berfirman, artinya,

    “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)

    Nabi saw telah bersabda, artinya,

    “Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

    Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

    Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

  7. Silaturrahim
  8. Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

    Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,

    “Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari) Sabda Nabi saw, artinya

    “Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

    Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

  9. Infaq fi Sabilillah
  10. Allah swt berfirman, artinya,

    “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

    Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.”

    Juga firman Allah yang lain,artinya,

    “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268) Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.” (HR Muslim)

  11. Menyambung Haji dengan Umrah
  12. Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas”ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,

    “Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)

    Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

  13. Berbuat Baik kepada Orang Lemah
  14. Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,

    “Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)

    Dhu”afa” (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

  15. Serius di dalam Beribadah
  16. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,

    “Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”

    Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu” hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

    Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )/Bambang Ant

Bagaimana Nabi Mengajar Kita Untuk Keluar dari Beban Hutang?

Semua orang berhutang. Percaya? Tiada apa yang perlu dimalukan. Islam sendiri ada cara-cara berhutang yang betul. Apa yang penting, berhutang ikut kemampuan kita dan bukan berhutang mengikuti apa kata orang mau. Apabila kita berhutang di luar kemampuan, itulah yang selalu menyebabkan kita terperangkap dengan hutang hutang berkepanjangan.

Berikut adalah doa yang Nabi Muhammad saw ajar kepada kita yang baik untuk diamalkan pagi dan petang untuk mengatasi masalah bebanan hutang.

“Ya Allah aku berlindung dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari belenggu hutang dan tekanan manusia.”

Apa yang kita maklum, berdoa sahaja tidak akan menyelesaikan masalah. Duit tidak datang dengan sendirinya selepas kita mengaminkan sesuatu doa. Namun doa yang Nabi saw ajar ini mengandungi pengajaran yang penting.

Yaitu 4 langkah yang perlu kita buat apabila mau keluar dari beban hutang.

  1. Hilangkan perasaan susah dan sedih

    Mula-mula perlu buang perasaan negatif ini. Kerana mereka yang mempunyai belenggu hutang yang besar secara automatik mempunyai perasaan gundah gulana sebegini besar, ada di mana mana hutangnya . Iyalah, hutang sudah mengelilingi pinggang. Justeru itu , kita akan akui bahwa kita ada hutang.

    Ya, kita akui. Bukan berada dalam penafian . Jangan hindari tapi hadapi situasi tersebut. Ini adalah langkah pertama yang paling penting, akui kesalahan masalah keuangan kita dan tentunya hidup mesti terus berjalan.

  2. Tanam sifat rajin

    Setelah berlaku jujur dengan diri sendiri maka langkah seterusnya adalah menjadi orang rajin. Orang yang berjaya semuanya orang yang rajin. Harus rajin bekerja, buat bisnis dan cari pendapatan tambahan. Tiada alasan, itu harus diikhtiarkan.

  3. Menjadi berani dan banyak bersedekah

    Ada banyak keadaan memerlukan kita jadi berani. Jika perusahaan tempat anda bekerja memberikan gaji yang tak cukup untuk kebutuhan anda , kita mesti berani berhenti kerja dan mencari kerja di tempat lain. Atau bila bisnis pertama gagal, berani untuk tutup kedai dan berani memulai bisnis yang lain. Yang paling penting, mesti berani menjual. Namun kebanyakan kita tidak berani menjual sedangkan Allah swt telah menghalalkan bisnis.

    Dan pada masa yang sama, banyaklah beri sedekah, bantu orang lain walaupun kita masih lagi belum keluar dari belenggu hutang sepenuhnya. Ya, jangan jadi bakhil. Jadilah orang yang pemurah untuk keluar dari belenggu hutang.
    Give first, earn later.

  4. Bayar hutang dengan sistematik

    Apabila kita telah membuat 3 langkah yang awal, maka tibalah masa untuk kita menyusun semula hutang-hutang dengan baik supaya kita dapat menyelesaikannya dengan lebih cepat. 3 langkah sebelum ini menjadikan kita orang yang ada pendapatan lebih. Namun jika duit lebih itu tidak dimanfaatkan untuk membayar hutang dengan sistematik maka kita tidak dapat keluar dari belenggu hutang ini dengan cepat.
Maka sebab itulah kita perlu berjumpa dengan pihak yang ada hutang dan membuat jadwal penstrukturan hutang yang sesuai. Ketika waktu beginilah kita menghadapi tekanan manusia lain yang datang menuntut hutang dengan pelbagai cara dan tekanan. Ya, hadapi mereka dengan berbincang secara baik. Pasti akan ada jalan keluarnya.

Usaha + Doa (Tawakal) = Bebas Hutang

Maka inilah fungsi doa dalam kehidupan. Setelah kita berusaha dengan cara yang betul, Allah akan membantu dengan caraNya yang lain atau dengan maksud yang lain, bertawakallah bersama dengan kita berusaha. [DD]